Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Kemendikdasmen Andalkan PJJ

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:56:02 WIB
Kemendikdasmen Perkuat PJJ untuk Tekan Angka Anak Tidak Sekolah [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan kesiapan dalam mengoptimalkan pelaksanaan layanan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) demi mengurangi jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) yang tercatat masih menyentuh kisaran 4 juta anak per Juni 2026.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengungkapkan bahwa sekitar 54 persen dari total keseluruhan ATS tersebut merupakan kelompok anak yang sama sekali belum pernah mengenyam pendidikan formal, sementara sisa persentasenya terdiri atas anak putus sekolah serta mereka yang memilih tidak melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.

“Kami punya concern besar untuk mengatasi persoalan yang sudah lama menjadi perhatian bersama, yaitu masih tingginya angka ATS. Dalam lima hingga enam tahun terakhir, penurunan angka ATS tidak signifikan. Kalau melihat data Susenas BPS 2020, angkanya hampir sama dengan kondisi hari ini,” kata Wamendikdasmen Fajar dalam kegiatan Taklimat Media Pendidikan Jarak Jauh di Jakarta pada Kamis.

Berdasarkan keterangan Wamendikdasmen Fajar, permasalahan ATS ini diposisikan sebagai salah satu fokus utama pemerintah sebagaimana tertuang dalam mandat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2026.

Regulasi tersebut membagi kelompok ATS ke dalam tiga golongan, mencakup anak yang sama sekali tidak bersekolah, anak putus sekolah, dan anak yang tidak melanjutkan pendidikan.

Situasi tersebut pada akhirnya memicu Kemendikdasmen untuk menemukan strategi alternatif agar akses pendidikan mampu merangkul kalangan yang selama ini belum terakomodasi oleh sistem sekolah konvensional.

Salah satu opsi kebijakan yang diambil, sebutnya, adalah mengintensifkan implementasi PJJ lewat pembaruan regulasi hukum serta perbaikan sistem manajemen operasionalnya.

“Sejak tahun lalu Pak Menteri meminta kami mencari model baru pengembangan sistem PJJ. Kami sudah melakukan piloting dan mulai 3 Agustus 2026 akan dilaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara serentak untuk peserta didik PJJ,” ujar Wamendikdasmen Fajar.

Sementara itu, pelaksanaan program PJJ bagi kalangan ATS tahun ini siap menggandeng sebanyak 132 lembaga pendidikan di berbagai wilayah untuk bertindak sebagai satuan pendidikan penyelenggara PJJ.

"Kami memperluas skala penyelenggaraan. Kalau perluasan ini berhasil, Insya Allah tahun depan dilakukan secara nasional," kata Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq.

Terkini