Kunker Prabowo: Dari Stasiun Tawang Hingga Akad 62 Ribu KPR

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:16:02 WIB
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (Foto: NET)

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto diagendakan melangsungkan serangkaian kunjungan kerja ke wilayah Jawa Tengah pada hari Kamis (30/7/2026). 

Agenda tersebut mencakup peresmian renovasi Stasiun Semarang Tawang, uji coba Kereta Api Nusantara Explorer, hingga menghadiri pelaksanaan akad massal 62.000 Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Kabupaten Batang.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menuturkan bahwa rangkaian kegiatan ini adalah wujud langkah pemerintah dalam memperkokoh infrastruktur transportasi sekaligus membuka akses perumahan yang lebih luas bagi masyarakat.

"Haloo... Jadi singkatnya begini kegiatan Bapak Presiden hari ini. Pagi ini, Presiden Prabowo akan bertolak menuju Semarang untuk meresmikan pemugaran Stasiun Tawang Semarang, salah satu cagar budaya bersejarah yang berdiri sejak 1914 dan untuk pertama kalinya dipugar secara resmi," ungkap Teddy melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet, Kamis (30/7/2026).

Menurut penjelasan Teddy, pemugaran Stasiun Semarang Tawang ini merupakan bentuk realisasi dari instruksi Presiden kepada Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) di tahun 2025. Tujuannya adalah merevitalisasi bangunan bersejarah tersebut tanpa mengorbankan nilai cagar budayanya.

Proses renovasi tahap pertama telah dieksekusi oleh PT KAI Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang dalam kurun waktu 240 hari, terhitung dari 5 Mei sampai dengan 30 Desember 2025. 

Proyek ini mencakup penataan area ruang tunggu luxury dan VIP, perbaikan hall utama, pembenahan selasar, serta optimalisasi sistem drainase guna meminimalkan risiko banjir rob maupun genangan yang kerap melanda area Stasiun Tawang.

Stasiun yang didirikan oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada tahun 1911 serta diresmikan di tahun 1914 ini telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya merujuk pada Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW007/MKP/2010. Stasiun ini juga diakui sebagai salah satu ikon perkeretaapian di tanah air.

Di samping memiliki warisan nilai sejarah yang kuat, Stasiun Semarang Tawang berperan sebagai salah satu pusat lalu lintas transportasi paling sibuk di Indonesia. 

Tercatat pada Semester I/2026, stasiun ini telah memfasilitasi lebih dari 2,15 juta pergerakan penumpang naik dan turun. Pencapaian ini menempatkannya di posisi keempat sebagai stasiun tersibuk tingkat nasional, dengan capaian ketepatan waktu keberangkatan (on time performance/OTP) yang menyentuh angka 99,45%.

Uji Coba Kereta Nusantara Explorer

Setelah menyelesaikan agenda peresmian Stasiun Tawang, Presiden direncanakan naik Kereta Api Nusantara Explorer mengarah ke Batang dalam rangka uji coba. 

Teddy menyebutkan, pengembangan kereta ini adalah bagian dari harapan Presiden agar PT KAI mampu menghadirkan layanan kereta penumpang dengan standar kenyamanan yang lebih optimal.

"Selanjutnya, Presiden Prabowo akan menaiki Kereta Api Nusantara Explorer menuju Kota Batang untuk melakukan uji coba. Kereta ini merupakan wujud keinginan Presiden agar KAI memiliki layanan kereta penumpang yang indah, elegan, dan nyaman bagi masyarakat," paparnya.

Kegiatan uji coba ini menjadi langkah konkret dalam pengembangan layanan premium perkeretaapian nasional. Harapannya, inovasi ini bisa mendongkrak pengalaman perjalanan masyarakat sekaligus menopang kemajuan sektor pariwisata yang berbasis kereta api.

Hadiri Akad Massal 62.000 KPR Subsidi

Rangkaian kunjungan kerja Presiden akan diakhiri dengan agenda menghadiri akad massal untuk 62.000 KPR subsidi FLPP yang dipusatkan di kawasan Batang. Agenda ini dilangsungkan secara serentak di 165 lokasi yang mencakup 372 kabupaten/kota di 36 provinsi.

Terdapat 200 debitur yang hadir secara fisik di lokasi acara utama, sedangkan 61.800 debitur lainnya berpartisipasi secara daring lewat jaringan 43 bank penyalur. 

Program ini merupakan bagian integral dari Program Tiga Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas pemerintah guna memperluas kepemilikan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Tercatat hingga 21 Juli 2026, sebanyak 107.410 MBR sudah menerima manfaat pembiayaan FLPP dengan persentase tingkat keterhunian mencapai 93,35%. Pemerintah pun telah menaikkan alokasi kuota FLPP untuk tahun 2026 menjadi 350.000 unit. 

Langkah ini didukung dengan kucuran anggaran sekitar Rp35 triliun guna mempercepat upaya penekanan angka backlog perumahan nasional yang saat ini masih ditaksir berada pada angka 9,9 juta unit.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan di Semarang dan Batang ini, pemerintah bermaksud menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak sebatas pada modernisasi sarana transportasi saja. 

Upaya tersebut juga diselaraskan dengan pelestarian aset budaya serta peningkatan kesejahteraan masyarakat lewat ketersediaan hunian yang memadai dan terjangkau.

Terkini