Seleksi Hakim Agung 2026, KY Jamin Keterwakilan Perempuan

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:21:32 WIB
Ilustrasi/gedung Komisi Yudisial. [Foto: komisiyudisial.go.id]

JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) menjamin porsi keterwakilan perempuan dalam tahapan seleksi calon hakim agung dan calon hakim ad hoc di Mahkamah Agung Tahun 2026 telah memenuhi standar yang ditentukan.

Anggota KY Bidang Rekrutmen Hakim Prof. Andi Muhammad Asrun saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (30/7/2026), menyampaikan ada lima figur perempuan dari total 23 nama calon hakim agung dan calon hakim ad hoc yang berhasil melewati tes kesehatan serta kepribadian, sehingga berhak melaju ke tahapan wawancara akhir.

“Jumlah keterwakilan perempuan dalam seleksi ini 40 persen, dihitung dari calon perempuan yang mengikuti tes kesehatan dan asessment kepribadian hingga lolos ke seleksi wawancara,” kata Asrun.

Merujuk pada data yang dirilis KY, jumlah kandidat hakim agung dan hakim ad hoc yang berhak maju ke babak wawancara akhir mencapai 23 orang. Angka tersebut mencakup 19 calon hakim agung, dua calon hakim ad hoc HAM, serta dua calon hakim agung Tipikor.

Dari total 19 kandidat hakim agung itu, sebanyak 14 orang merupakan laki-laki dan lima orang lainnya perempuan. Kelima calon perempuan tersebut memiliki latar belakang pekerjaan dua hakim tinggi, satu panitera, satu advokat, dan satu notaris.

Rincian kelima calon hakim agung dari unsur perempuan itu ialah Nirwana yang kini mengemban tugas sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Makassar; Suprapti (Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Semarang); Sudharmawantiningsih (Panitera MA); Dhifla Wiyani (Advokat di Kantor DV and Partners); serta Nurnaningsih (Notaris pada kantor Dr Nurmaningsih).

Sementara itu, untuk kandidat hakim ad hoc HAM dan ad hoc Tipikor yang masing-masing berjumlah dua orang seluruhnya didominasi oleh laki-laki.

Menurut Asrun, kelima kandidat perempuan ini mempunyai kapabilitas yang tidak kalah bila disandingkan dengan 18 calon hakim dari kalangan laki-laki.

“Ini persoalan kualitas, dan kebetulan calon-calon hakim perempuan ini top semua, bukan asal-asal. Ini bukan lagi soal keterwakilan, tapi sudah monumental,” ujarnya.

Pada Selasa (28/7/2026), KY resmi mengumumkan 23 nama calon hakim agung dan ad hoc yang berhasil lulus tes kesehatan maupun kepribadian, untuk selanjutnya menjalani sesi wawancara akhir pada 3-7 Agustus 2026.

Dari 23 kandidat tersebut, perinciannya terdiri dari 19 calon hakim agung, dua calon hakim ad hoc HAM, dan dua calon hakim ad hoc Tipikor.

Mengenai pembagian kamar calon hakim agung, sektor pidana mencakup sembilan orang, perdata empat orang, agama tiga orang, serta tata usaha negara khusus pajak tiga orang.

Di sisi lain, alokasi kebutuhan hakim agung di MA pada tahun 2026 ini meliputi kamar perdata sebanyak dua orang, kamar pidana empat orang, kamar agama dua orang, dan kamar tata usaha negara khusus pajak tiga orang.

Sedangkan alokasi kebutuhan untuk posisi hakim ad hoc HAM ditetapkan sebanyak dua orang, serta hakim ad hoc tipikor satu orang.

Dengan demikian, tahapan seleksi wawancara akhir ini bakal menjadi penentu utama nama-nama calon hakim yang dinyatakan lulus untuk mengisi kekosongan formasi hakim agung dan ad hoc di MA tahun 2026.

Berikut daftar nama calon hakim agung dan ad hoc yang berhasil melaju ke tahapan seleksi wawancara akhir:

Calon hakim agung kamar pidana

Abdul Azis, jabatan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru
Bambang Myanto, jabatan di Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum MA
Dhifla Wiyani, sebagai advokat pada Kantor DV and Partners
Nirwana, menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Makassar
Setyanto Hermawan, jabatan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Palangkaraya
Sudharmawantiningsih, jabatan Panitera MA
Sugiyanto, jabatan Sekretaris MA
Suprapti, jabatan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Semarang
Syamsul Arief, jabatan Kepala Badan Strategis Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan MA.

Calon hakim agung kamar perdata

IG Eko Purwanto, jabatan Hakim Tinggi Badan Pengawasan MA
Nurnaningsih, jabatan notaris pada kantor Dr Nurmaningsih
Sobandi, jabatan Kepala Badan Urusan Administrasi MA
Suwarno, jabatan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Denpasar.

Calon hakim agung kamar agama

Achmad Nurul Huda, jabatan Hakim Tinggi Badan Pengawasan MA
Mamat Ruhimat, jabatan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Bandung
Musthofa, jabatan Panitera Muda Perdata Agama MA

Calon hakim agung kamar tata usaha khusus pajak

L.Y Hari Sih Advianto, jabatan hakim Pengadilan Pajak
Maftuh Effendi, jabatan Hakim Tinggi Pemilah Perkara pada Panitera Muda Perkara Tata Usaha Negara MA
Yeheskiel Minggus, jabatan Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unisulla) Semarang.

Kemudian, nama-nama calon hakim ad hoc ham dan ad hoc tipikor yakni

Calon hakim ad hoc HAM

Edwin Partogi Pasaribu, jabatan Advokat pada UHP Law Firm
Roki Panjaitan, jabatan Purnabakti Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Tanjungkarang.

Calon hakim ad hoc Tipikor

Andreas Eno Tirtakusuma, jabatan Hakim Ad Hoc Pengadilan Tinggi Surabaya
Sudiyo, jabatan, Plt Kepala Pengadilan Militer I-04 Palembang.

Terkini