Riset AHA: Konsumsi Kopi Hitam Tanpa Gula Bantu Sehatkan Jantung Anda

Rabu, 29 Juli 2026 | 03:49:01 WIB
Rutinitas mengonsumsi kopi sampai lima cangkir dalam sehari dilaporkan bukan cuma efektif menjaga fokus dan konsentrasi. (Foto: NET)

JAKARTA - Rutinitas mengonsumsi kopi sampai lima cangkir dalam sehari dilaporkan bukan cuma efektif menjaga fokus dan konsentrasi, melainkan turut berdampak positif bagi kesehatan organ jantung. 

Temuan tersebut dipaparkan dalam rilis ilmiah paling baru dari American Heart Association (AHA) yang dimuat di jurnal Circulation.

"Dalam tinjauan kami terhadap penelitian terbaru, bagi sebagian besar orang dewasa, asupan hingga 400 miligram kafein per hari, setara dengan hingga lima cangkir kopi berkafein per hari tanpa tambahan gula atau pengisi, aman dan tidak meningkatkan risiko kardiovaskular,” ungkap Gregory M. Marcus melalui siaran pers resmi AHA pada Rabu (29/7/2026).

Gregory M. Marcus merupakan pemimpin dari tim yang menyusun kajian ilmiah ini. 

Beliau juga memegang posisi sebagai profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas California, San Francisco, sekaligus menjabat wakil kepala Kardiologi untuk Penelitian di Universitas California, San Francisco Health, Amerika Serikat. 

Kendati demikian, individu yang memiliki riwayat gangguan kesehatan tertentu disarankan tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi kopi.

Tim peneliti mendapati bahwa kebiasaan meminum kopi hitam mempunyai korelasi dengan penurunan risiko bermacam-macam penyakit, termasuk jantung, stroke, serta diabetes tipe 2. 

Secara umum, memasukkan kafein hingga 400 miligram per hari—atau setara tiga sampai lima cangkir kopi hitam tanpa tambahan pemanis, sirup, perasa, atau zat lain—dinilai aman bagi mayoritas orang dewasa. 

Takaran satu cangkir yang dimaksud di sini berukuran delapan ons atau berkisar 230 mililiter.

Pada jenis kopi berkafein yang diolah secara biasa (bukan varietas khusus), isi kandungan kafeinnya berkisar antara 9,4 hingga 20,6 miligram per ons. 

Di lain sisi, meminum kopi yang dicampur dengan gula, sirup, susu, ataupun krim berpotensi mereduksi khasiat baiknya bagi tubuh. Oleh sebab itu, pengamatan lebih mendalam masih diperlukan guna mengetahui dampak nyata dari bahan-bahan campuran tersebut.

Khasiat dari meminum kopi untuk meminimalisasi risiko penyakit tertentu sangat bergantung pada takaran yang diminum serta kondisi fisik tiap-tiap orang.

"Meskipun penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein mungkin dikaitkan dengan manfaat kardiovaskular tertentu bagi sebagian orang, penting untuk diingat bahwa tidak ada strategi 'satu ukuran untuk semua' untuk konsumsi kafein yang aman," terang Marcus.

Para ahli memaparkan bahwa zat kafein yang masuk lewat kopi akan diproses oleh organ hati dan umumnya mencapai titik konsentrasi paling tinggi dalam tubuh sekitar satu jam pascakonsumsi. 

Walau begitu, durasi tubuh dalam mencerna kafein berbeda-beda pada setiap orang karena dipengaruhi oleh aspek genetika, sistem metabolisme, usia, serta tingkat kebiasaan minum kopi itu sendiri.

Untuk orang yang sudah terbiasa meminum kopi dengan kadar kafein tinggi, daya toleransi tubuhnya terhadap kafein cenderung lebih kuat ketimbang mereka yang jarang menikmatinya.

Patut dipahami pula bahwa kafein mempunyai efek meningkatkan tekanan darah, ritme detak jantung, serta kadar gula darah dalam jangka pendek. Bahkan bagi beberapa orang, zat ini dapat memicu timbulnya gejala jantung berdebar-debar serta sulit tidur.

Kajian yang sama, menurut Marcus, juga belum tentu membuahkan hasil yang serupa jika diterapkan pada produk minuman berkafein lainnya, seperti teh, cokelat, soda, atau minuman penambah stamina. 

Produk minuman berenergi bahkan bisa menyimpan kafein sekitar 40 sampai 69 miligram per ons, atau tiga hingga empat kali lipat lebih pekat daripada kopi biasa, sehingga riset lebih lanjut masih amat dibutuhkan.

Terkini