JAKARTA - Hubungan budaya bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Maroko berupaya dipererat melalui gelaran pertunjukan seni musik yang mengusung tema "Menjembatani Peradaban Maroko-Indonesia" di Jakarta.
Acara ini diselenggarakan sebagai lambang persaudaraan kedua bangsa, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mengukuhkan diplomasi budaya lewat musik yang berfungsi sebagai bahasa universal.
"Pertemuan seperti ini mengingatkan kami bahwa seni adalah bahasa universal yang berbicara langsung kepada hati manusia dan mampu menyatukan masyarakat lintas batas negara maupun budaya," ujar Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (RI) Fadli Zon.
Fadli Zon menerangkan bahwa keterikatan sejarah antara kedua negara ini sebenarnya telah terjalin lama sejak abad ke-14. Kala itu, Ibnu Batutah yang merupakan penjelajah ternama asal Maroko, sempat singgah di Kerajaan Samudera Pasai yang terletak di Aceh.
Melalui lembaran catatan perjalanannya, ia ikut mengenalkan kawasan Nusantara kepada peradaban Islam serta khalayak internasional lewat beragam tulisan sejarah.
Bagian puncak dari perhelatan ini dimeriahkan oleh aksi panggung yang memikat dari musisi Maroko. Mereka menyajikan komposisi musik dengan sentuhan ala Sufi dan Andalusia, yang diiringi oleh petikan alat musik dawai serta ketukan perkusi yang begitu khas.
Keadaan ruangan pun berubah menjadi kian syahdu tatkala giliran para seniman Indonesia yang unjuk gigi dengan melantunkan aneka musik etnik Nusantara, mulai dari alunan tembang Sunda hingga perpaduan musik religi yang menyentuh perasaan.