JAKARTA - Pemerintah memberikan kepastian bahwa program listrik desa (Lisdes) tetap berjalan menyusul selesainya pembangunan fisik pada fase perdana.
Berdasarkan catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terdapat lebih dari 1.400 desa yang kini sudah menikmati aliran listrik dan dijadwalkan akan diresmikan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan bahwa ketersediaan dana untuk program perluasan akses energi di daerah terpencil ini tidak lagi menemui kendala.
Ia menyebutkan, seluruh dana pembangunan infrastruktur listrik desa, baik untuk proyek yang sudah rampung maupun rencana perluasan pada beberapa tahun ke depan, telah dialokasikan.
"Mengenai dengan anggaran listrik desa yang kami mau lakukan ini adalah program 2025. Sudah selesai pekerjaannya, jadi nggak lagi kami bicara anggaran karena sudah mau diresmikan. Namun 2026-2027 itu anggarannya juga sudah ada. Jadi tidak ada isu menyangkut anggaran. Sekarang tinggal implementasi," ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Bahlil memaparkan bahwa agenda peresmian yang akan datang bakal difokuskan untuk menyelesaikan pelaporan dari hasil pelaksanaan proyek yang sudah diselesaikan pada periode sebelumnya.
"Saya laporkan tadi yang akan diresmikan itu adalah program 2025 yang sudah selesai. Saya baru selesai menghadap Bapak Presiden dan kami melakukan rapat terbatas untuk membahas pertama adalah peresmian listrik desa," jelasnya.
Capaian pengerjaan fase awal pada tahun lalu tersebut dianggap sebagai langkah krusial dalam mengurangi jumlah daerah yang terisolasi sekaligus mempercepat pemerataan keadilan energi di pelosok Nusantara.
"Kami tahu bahwa dari total desa yang kami belum ada listrik itu ada kurang lebih sekitar 11.000. Dan Alhamdulillah di tahun 2025 programnya sudah selesai sekitar 1.400 lebih yang ini akan dilakukan peresmian oleh Bapak Presiden nanti dalam waktu dekat sebelum tanggal 14 Agustus," jelasnya.
Sebagai informasi, pemerintah mengucurkan dana untuk program Lisdes tahap awal tahun 2026 sebesar Rp 10,3 triliun, yang berasal dari rupiah murni senilai Rp 994 miliar serta Anggaran Belanja Tambahan (ABT) senilai Rp 9,3 triliun.
Di sisi lain, Kementerian ESDM mengusulkan anggaran sebesar Rp 9,78 triliun untuk program infrastruktur Lisdes pada tahun 2027.