Menko IPK AHY Sebut Kelestarian Lingkungan Jadi Paradigma Pembangunan

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:48:32 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan penekanan bahwa pelaksanaan pembangunan infrastruktur wajib dijadikan peranti pokok demi merealisasikan pertumbuhan ekonomi yang menyeluruh, sekaligus memelihara kelestarian alam.

Berdasarkan penjelasan AHY, aspek keberlanjutan (sustainability) wajib dijadikan landasan berpikir utama dalam pembangunan berskala nasional, dan bukan sekadar menjadi perkara pelengkap di tiap formulasi kebijakan.

"Kita harus menghadirkan sebuah kebijakan dan strategi membangun daya tahan sebagai sebuah bangsa tapi juga daya saing. Dan ini harus mendasar pada tiga pilar." kata AHY saat memberikan penjelasan di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Ia memaparkan bahwa tiang utama yang pertama sudah pasti menyangkut perkembangan serta pertumbuhan ekonomi. Tiang yang kedua menyangkut tingkat kesejahteraan bagi warga. Sementara tiang pemungkas yang nilainya sama penting ialah keberlanjutan lingkungan hidup.

Ia mengungkapkan bahwa pergerakan global yang diwarnai oleh ketidakpastian kondisi geopolitik, pertikaian, pergeseran iklim, hingga kemajuan teknologi memaksa Indonesia memformulasikan daya tahan sekaligus mendongkrak daya saing lewat strategi pembangunan yang sanggup menyelaraskan kemajuan ekonomi, kesejahteraan warga, serta penjagaan lingkungan.

Terkait perannya sebagai Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY menjabarkan bahwa pengerjaan infrastruktur ditujukan demi memperkokoh ketahanan di sektor pangan, energi, serta air.

Langkah tersebut selanjutnya digunakan untuk mendongkrak taraf hidup masyarakat, mengukuhkan konektivitas nasional, menyokong ketahanan alam, dan menciptakan asas keadilan pembangunan pada tiap kawasan di Indonesia.

Menurut pandangannya, pengerjaan infrastruktur tidak boleh lagi sekadar ditakar lewat kuantitas megaproyek yang diselesaikan, melainkan dari faedah nyata yang diterima masyarakat serta efektivitasnya dalam merespons problem pergeseran iklim.

“Lingkungan hidup adalah isu yang sangat penting, sangat strategis dan global. Tapi tentu membutuhkan dukungan infrastruktur. Infrastruktur tidak hanya seberapa banyak kami membangun tapi seberapa baik manfaatnya, dampaknya, termasuk seberapa kuat daya tahan terhadap berbagai potensi bencana alam,” tutur AHY.

Lebih jauh lagi, ia memastikan bahwa konsep pembangunan yang berkelanjutan hanya bisa dicapai lewat sinergi total dari komponen pentahelix, yang meliputi pihak birokrasi, pelaku bisnis, kalangan akademisi, masyarakat kelompok, serta pers.

“Kami membutuhkan sebuah pilar, bukan hanya pilar demokrasi yang kokoh, melainkan juga untuk menghadirkan edukasi dan membangun awareness masyarakat luas tentang sustainability, tentang isu bumi dan lingkungan kami." pungkasnya.

Terkini