Sandbox Chip Merah Putih: Kampus Didorong Perkuat Ekosistem

Rabu, 29 Juli 2026 | 17:40:32 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mendorong keterlibatan perguruan tinggi untuk berkontribusi aktif dalam industri semikonduktor di dalam negeri.

Melalui pernyataan resminya di Jakarta, Rabu, Menteri Brian menyatakan bahwa peluncuran Sandbox Desain Chip Merah Putih menjadi batu loncatan awal bagi pengembangan ekosistem semikonduktor di tingkat nasional. 

Pelaksanaan program ini wajib diikuti dengan proses validasi, proyek percontohan, hingga tahap produksi massal agar mampu menciptakan produk yang berdaya guna secara nyata.

"Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan teknologi strategis nasional melalui penguatan riset, inovasi, serta kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," katanya.

Mendiktisaintek memberikan apresiasi kepada sejumlah kampus di Indonesia yang ikut serta dalam program Sandbox Desain Chip Merah Putih bersama Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). 

Ia menjelaskan bahwa Kemdiktisaintek telah melaksanakan pelatihan terhadap kurang lebih 1.500 lulusan guna mengenalkan dan memotivasi mereka agar berkecimpung di bidang desain chip. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat talenta semikonduktor di tanah air.

Melalui program strategis tersebut, Menteri Brian menaruh harapan besar agar Indonesia ke depan bisa memproduksi chip secara mandiri untuk berbagai produk strategis nasional, seperti e-KTP, e-paspor, dan e-SIM. Hal ini menjadi bagian penting dari penguatan kedaulatan teknologi di Indonesia.

"Semikonduktor saat ini tidak hanya sekadar komponen elektronik, tetapi menjadi fondasi daya saing ekonomi, pertahanan, dan bahkan kedaulatan teknologi suatu bangsa," ujarnya.

Mendiktisaintek merasa optimis bahwa Indonesia mempunyai sumber daya manusia yang kompeten dan mampu bersaing pada sektor teknologi tinggi jika diberikan akses serta kesempatan yang luas untuk berkembang.

"Sesungguhnya kualitas SDM kami bisa kami buktikan ketika akses teknologi, ketika peluang-peluang itu dibuka. Kami yakin akan banyak putra-putri terbaik kami yang bisa menekuni hal-hal yang mungkin sulit, mungkin berat. Tapi saya yakin, kalau kami perhatikan performa dan kapasitas putra-putri bangsa Indonesia, tidak kalah dengan orang-orang di luar negeri," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Peruri, Teguh Arief Indratmoko memaparkan bahwa fasilitas Sandbox Desain Chip Merah Putih sengaja dibangun untuk menjadi wadah kolaborasi antara pihak akademisi, sektor industri, dan pihak pemerintah. 

Melalui sokongan infrastruktur digital yang modern, tempat ini mempermudah proses perancangan, tahapan simulasi, hingga proses validasi desain chip nasional secara terpadu dan lebih efisien.

Teguh menambahkan bahwa produk purwarupa chip paspor elektronik yang digarap atas kolaborasi Peruri dan ITB lewat PT LAPI ITB telah sampai di Indonesia pada pertengahan bulan Juli. Saat ini, produk tersebut tengah melewati proses pengujian keandalan akhir di dalam laboratorium.

"Fasilitas Sandbox yang hadir di hadapan kami dirancang sebagai rumah kolaborasi bagi akademisi, industri, dan pemerintah. Dengan dukungan infrastruktur digital modern, fasilitas ini memungkinkan proses perancangan, simulasi, hingga validasi desain chip nasional dilakukan dengan jauh lebih cepat dan terintegrasi," tutur Teguh Arief Indratmoko.

Terkini