Kemenekraf Gaet BRIN Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Riset

Rabu, 29 Juli 2026 | 17:26:01 WIB
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya. [Foto: Istimewa]

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf)/Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaraf Nota Kesepahaman (MoU) sebagai pijakan strategis memperkokoh kolaborasi riset serta inovasi guna menopang kemajuan ekonomi kreatif nasional.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa kemitraan dalam merancang ekosistem ekonomi kreatif yang berlandaskan kebijakan berbasis bukti bakal dijalankan demi merespons kebutuhan para pelaku ekonomi kreatif, sekaligus menghadirkan dampak yang nyata.

“BRIN telah menjadi partner strategis dalam penyusunan kajian-kajian ekonomi kreatif di tahun 2026 dan melalui penandatanganan MoU ini kami menyambut baik penguatan kolaborasi dalam mengimplementasikan Rindekraf 2026-2045 melalui kebijakan berbasis data, riset, dan kajian ilmiah,” kata Riefky dalam keterangan yang diterima, di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Kemenekraf bersama BRIN siap mengeksekusi empat rencana aksi utama, mencakup strategi pengembangan riset, fasilitasi pendanaan dan pembiayaan, strategi fasilitasi kekayaan intelektual, hingga perlindungan hasil kreativitas.

Keempat poin tersebut bakal direalisasikan lewat penyusunan kajian dan penelitian ekonomi kreatif, pertukaran serta pemanfaatan data dan informasi, penyediaan skema seed funding pada subsektor prioritas, fasilitasi pemanfaatan kekayaan intelektual, hingga penguatan pelindungan dan konservasi warisan budaya Indonesia.

Kerja sama ini turut menyokong keterlaksanaan tiga program flagship Kemenekraf, yaitu Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub atau Ruang Kreatif, serta Creative by Indonesia.

Tiga program unggulan tersebut menjadi wadah kolaborasi strategis bersama BRIN dalam mematangkan talenta, penelitian, inovasi, komersialisasi hasil karya kreatif, serta mendorong monetisasi kekayaan intelektual agar sanggup mendongkrak daya saing ekonomi kreatif Indonesia.

Kepala BRIN Arif Satria menuturkan bahwa sektor ekonomi kreatif saat ini menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi masa depan, mengingat fondasi utamanya terletak pada kreativitas yang senantiasa tak bertepi.

"Karena itu BRIN siap mendukung. Banyak hal yang bisa kami perkuat dari sisi riset dan inovasi dari bidang-bidang yang menurut Kementerian Ekraf begitu strategis. Riset yang kami lakukan ialah sesuai kebutuhan," ujar Arif.

Selain mengawal implementasi Rindekraf, kemitraan kedua institusi ini juga difokuskan untuk memantapkan penyelenggaraan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 21-23 Oktober 2026 di Jakarta.

BRIN diharapkan mampu mengambil peran aktif melalui Creative Session sebagai media penyebarluasan hasil penelitian dan inovasi ekonomi kreatif sehingga sumbangsih kalangan akademisi dapat memperkokoh perumusan kebijakan berbasis data sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai acuan ekonomi kreatif di kancah dunia.

Terkini