AHY Tawarkan Konsep Aglomerasi Polisentris di KUNCI Bersama

Selasa, 28 Juli 2026 | 21:06:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong agar Kawasan KUNCI Bersama mampu melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang baru.

Ia mengajukan konsep aglomerasi polisentris, yakni sebuah strategi pengembangan sejumlah titik pertumbuhan yang saling terintegrasi berdasarkan kelebihan tiap-tiap daerah.

Melalui keterangan resminya di Jakarta pada Selasa, AHY menjelaskan bahwa metode ini memberi ruang bagi tiap wilayah untuk maju berlandaskan fungsi dan potensinya. 

Di saat yang sama, wilayah-wilayah tersebut akan saling memperkokoh lewat konektivitas, sistem logistik, serta kegiatan ekonomi agar kemajuan kawasan menjadi lebih merata dan berkelanjutan.

"Kita tidak bisa lagi menggunakan pendekatan ego sektoral. Yang dibutuhkan adalah pengembangan kawasan yang terintegrasi sehingga setiap daerah dapat tumbuh sesuai keunggulannya, namun tetap saling terhubung dan saling memperkuat," kata AHY.

Ia menuturkan bahwa langkah awal pengembangan Kawasan Kunci Bersama ini lahir dari keinginan para pemimpin daerah yang mengharapkan adanya akselerasi pembangunan lewat kerja sama lintas wilayah.

Pihak pemerintah pusat menyatakan kesiapannya untuk mendampingi program tersebut agar bertransformasi menjadi percontohan pembangunan kawasan yang efektif mendorong pemerataan di bermacam daerah.

"Ini merupakan inisiatif yang datang dari para kepala daerah. Saya melihat adanya optimisme dan semangat kolaborasi untuk membangun kawasan secara bersama-sama. Pemerintah pusat siap mendukung agar Kunci Bersama berkembang menjadi kawasan yang semakin maju, terhubung, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata AHY.

Menurut pandangannya, Kawasan KUNCI Bersama yang mencakup delapan kabupaten/kota di wilayah Jawa Barat dan dua kabupaten di Jawa Tengah ini menyimpan potensi yang melimpah pada sektor ekonomi, industri, pariwisata, hingga penataan ruang wilayah.

Kendati demikian, seluruh potensi yang ada tersebut masih membutuhkan sokongan berupa jaringan transportasi serta infrastruktur yang kian terpadu agar bisa mendatangkan faedah yang lebih luas untuk warga.

Sebagai informasi tambahan, KUNCI Bersama merupakan wadah kemitraan antardaerah yang menghimpun 10 Kabupaten/Kota di area perbatasan antara Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Daftar 10 Kabupaten/Kota tersebut terdiri dari Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Brebes, Kota Banjar, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pangandaran, dan Kabupaten Indramayu. 

Lembaga ini telah beroperasi selama lebih dari sepuluh tahun sebagai sarana penyelarasan serta pemantapan pembangunan di wilayah tersebut.

Terkini