Wamenekraf Nilai Ekraf Tasikmalaya Mampu Dorong Ekonomi

Selasa, 28 Juli 2026 | 20:55:01 WIB
Potensi Ekraf Tasikmalaya Pacu Pertumbuhan Ekonomi Daerah [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyatakan bahwa daya tarik produk kreatif asal Tasikmalaya, Jawa Barat berkapasitas dalam mengerek kemajuan ekonomi wilayah serta mendukung kesejahteraan finansial warga setempat lewat fungsi pemerintah daerah sebagai katalisator.

“Pemerintah daerah merupakan kunci utama dalam menggerakkan ekonomi kreatif agar menjadi penopang baru kemajuan ekonomi nasional dari tingkat lokal. Sebab itu, setiap daerah wajib mengeksplorasi serta menonjolkan potensi khasnya supaya mampu membangun identitas ekonomi kreatif yang solid," ujar Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Wilayah Kota Tasikmalaya menyimpan potensi ekonomi kreatif yang tinggi lewat delapan sektor andalan meliputi bordir dan konveksi, kelom geulis, payung geulis, batik, kerajinan mendong, anyaman bambu, kayu olahan, serta makanan dan minuman. 

Kekuatan ini ditopang oleh dominasi subsektor kuliner dan kriya beserta angka kunjungan wisatawan yang menembus 667.484 orang pada tahun 2025.

Ia menuturkan bahwa kapasitas Kota Tasikmalaya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional berbasis daerah dapat diperkuat lewat kelembagaan ekonomi kreatif guna menjamin kelangsungan eksekusi beragam program strategis semacam Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Ekraf Hub dan Creative by Indonesia.

Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekosistem kreatif di wilayah tersebut secara berkelanjutan. 

Seluruh potensi tersebut bisa dioptimalkan melalui kolaborasi lintas sektor agar menjadi identitas yang memiliki daya saing sesuai dengan posisi Tasikmalaya sebagai "Mutiara dari Priangan Timur".

Kementerian Ekraf juga mendukung agenda peringatan HUT ke-25 Kota Tasikmalaya yang akan berlangsung selama Oktober 2026.

Sejumlah agenda HUT yang disiapkan antara lain pemeriksaan kesehatan gratis dengan memanfaatkan Intellectual Property (IP) lokal, penyelenggaraan ajang lari ultramarathon dan fun run, optimalisasi Gedung Creative Center (GCC), serta berbagai aktivitas kreatif yang melibatkan masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif.

Rangkaian kegiatan tersebut dirancang sebagai kolaborasi lintas sektor yang mengangkat potensi seni, budaya, kriya, dan kuliner lokal sehingga mampu menghadirkan perayaan yang berkesan sekaligus memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat, khususnya generasi muda.

Irene mengatakan kolaborasi lintas sektor ini tidak hanya menghadirkan pengalaman wisata yang unik, tetapi juga membuat karakter khas Tasikmalaya selalu melekat di ingatan dan menjadi daya tarik yang tak terlupakan.

"Event di Tasikmalaya nanti harus dikemas secara holistik dengan mengangkat kearifan lokal seperti bordir, payung geulis, dan makanan khasnya, salah satunya nasi tutug oncom, serta diintegrasikan dengan standar keberlanjutan lingkungan, kesehatan, dan pelindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI),” katanya.

Sementara itu Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat terus berlanjut untuk mendorong Tasikmalaya sebagai simpul utama ekonomi kreatif di Priangan Timur dan Jawa Barat.

Terkini