JAKARTA - Naomi Osaka mengantongi modal rasa percaya diri dari pencapaian tertingginya di Wimbledon saat menatap Mubadala DC Open 2026, yang menjadi kompetisi pembuka untuk agenda musim lapangan keras di Amerika.
Osaka tiba di Washington dengan status sebagai unggulan ketiga usai berhasil menembus babak perempat final Wimbledon pada awal bulan ini, catatan paling maksimal selama keikutsertaannya di turnamen Grand Slam lapangan rumput tersebut.
Dirinya mempunyai harapan agar momentum positif itu bisa membantunya untuk tampil bersaing lagi di jenis permukaan lapangan yang menjadi andalannya.
"Sekarang saya berada di sini. Ini adalah permukaan dengan hasil terbaik bagi saya, jadi saya hanya bisa berharap tetap optimistis dan bermain dengan sangat baik," kata Osaka dalam sesi media jelang Mubadala DC Open, dikutip dari WTA, Senin (27/7/2026).
Ajang Mubadala DC Open menjadi momentum berharga bagi Osaka demi meneruskan performa apiknya pasca-catatan impresif di Wimbledon.
Walau begitu, eks petenis nomor satu dunia tersebut tak menampik bahwa dirinya masih memendam rasa kecewa lantaran tidak mampu melaju lebih jauh dari fase perempat final.
"Mungkin selama beberapa hari saya benar-benar kecewa pada diri sendiri. Mungkin itu memang pola pikir saya karena saya sangat keras terhadap diri sendiri," ujar Osaka.
Berdasarkan penilaian Osaka, pencapaian tersebut sebenarnya tetap layak untuk disyukuri, namun ambisi besarnya membuat dirinya merasa punya kans untuk menembus fase yang lebih tinggi lagi.
"Jika seseorang mencapai sejauh itu di Wimbledon, tentu itu sesuatu yang patut dibanggakan. Tetapi bagi saya, saya merasa itu adalah kesempatan saya untuk melakukan sesuatu yang lebih," kata petenis Jepang itu.
Momen kembali ke lapangan keras menjadi sesuatu yang sangat dinanti-nantikan oleh Osaka. Pasalnya, koleksi empat gelar Grand Slam miliknya semuanya didapatkan dari permukaan jenis ini, yaitu US Open edisi 2018 dan 2020 serta Australian Open edisi 2019 dan 2021.
Di samping kesiapannya di dalam lapangan, Osaka pun mencuri perhatian di sepanjang musim ini lewat pilihan gaya busananya ketika masuk ke arena laga pada tiga ajang Grand Slam.
Kendati demikian, dirinya menekankan bahwa sorotan dari masyarakat luas bukanlah target utama dalam perjalanan karier profesionalnya.
"Saya sebenarnya tidak terlalu ingin terkenal, jadi saya baik-baik saja dengan posisi saya sekarang," ujar Osaka.
Dirinya mengungkapkan bahwa aktivitas eksplorasi dalam industri mode justru menolongnya untuk keluar dari zona nyaman sekaligus memahami atmosfer baru di luar dunia tenis.
"Mengenakan pakaian yang saya pilih telah memaksa saya berbicara lebih banyak, terutama tentang hal-hal yang bukan bidang keahlian saya," kata Osaka.
Menempati posisi unggulan ketiga di Mubadala DC Open, Osaka berhak langsung lolos ke babak kedua tanpa bertanding (bye) dan bakal menanti pemenang dari laga antara Katie Boulter melawan petenis penerima wild card, Ashlyn Krueger.