PSEL Serang Raya Siap Dibangun Desember 2026

Senin, 27 Juli 2026 | 19:01:01 WIB
Deputi III Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan, Nani Hendiarti. (Foto: NET)

JAKARTA – Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk wilayah aglomerasi Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon dipastikan mulai dikerjakan pada Desember 2026. Kepastian ini diperoleh setelah proses lelang pihak ketiga dinyatakan selesai.

Deputi III Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan, Nani Hendiarti, menyampaikan bahwa proyek yang dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) ini telah memasuki tahap batch 2 dan menetapkan pemenang lelang. Pihaknya saat ini tengah mematangkan kesiapan lahan di TPSA Cilowong.

”Pembangunan dilaksanakan sekitar Desember 2026. Tapi ada proses pematangan lahan, termasuk cut and fill yang harus disiapkan oleh tiga pemerintah daerah tadi. Target selesainya maksimum dua tahun, jadi akhir 2028 atau lebih cepat,” ucap Nani.

Berdasarkan peninjauan di lapangan, Nani menyebutkan bahwa lahan TPSA Cilowong sudah memenuhi syarat dan siap digunakan. Ia juga menambahkan bahwa Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan terus mendorong akselerasi proyek infrastruktur ini.

Di sisi lain, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan PSEL Cilowong sebagai solusi nyata mengatasi krisis kedaruratan sampah.

”Tentu karena ini adalah aglomerasi Serang Raya, prinsipnya kami mendukung penuh. Ini dalam rangka pelayanan persampahan agar tidak ada penumpukan lagi, mengingat wilayah kabupaten/kota saat ini masih darurat sampah,” kata Bupati yang akrab disapa Zakiyah tersebut.

Zakiyah menjelaskan lebih detail bahwa ketika PSEL telah beroperasi secara penuh, Kabupaten Serang berkewajiban untuk memasok 400 ton sampah setiap harinya. Jumlah tersebut diambil dari total produksi sampah harian di wilayahnya yang mencapai 1.100 ton.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, jajaran Deputi Kemenko, serta pihak Danantara yang terus mengawal realisasi dari proyek strategis nasional tersebut.

Terkini