JAKARTA — Google dilaporkan bakal mengerek harga lini ponsel pintar Pixel milik mereka, termasuk untuk seri anyar Pixel 11 yang direncanakan rilis pada 12 Agustus 2026 mendatang.
Kebijakan penyesuaian harga ini ditengarai akibat membubungnya ongkos produksi, terutama nilai komponen memori yang sedang melonjak drastis di pasar global.
Vice President Devices and Services Google, Shakil Barkat, mengungkapkan bahwa pihak korporasi sejauh ini sudah berikhtiar meredam kenaikan harga supaya tidak langsung membebani para pengguna. Kendati demikian, situasi pasar terkini memaksa kebijakan tersebut tidak bisa dipertahankan lagi.
“Seperti perusahaan teknologi lainnya, Google juga menghadapi lonjakan biaya yang belum pernah terjadi sebelumnya. Belum pernah ada kenaikan harga memori sebesar yang kami alami saat ini.
Selama mungkin kami berusaha melindungi pelanggan dari fluktuasi pasokan, tetapi kondisi ekonomi kini telah berubah secara mendasar,” ujar Barkat seperti dikutip dari situs TechCrunch pada Minggu (26/7/2026).
Menurut Barkat, kenaikan harga ini bakal diimplementasikan bertahap menyelaraskan situasi ketersediaan komponen di pasar. Langkah ini tak cuma menyasar seri Pixel 11 yang segera hadir, melainkan turut menyentuh tipe Pixel yang telah dipasarkan sebelumnya, semisal Pixel 10a.
Pihak manajemen menegaskan tetap menyediakan beragam skema promosi serta program tukar tambah demi meringankan efek finansial bagi para konsumen.
Walau membenarkan adanya pembaruan harga, Barkat enggan membeberkan nominal pasti kenaikan yang bakal dipatok pada tiap-tiap varian ponsel.
Di sisi lain, seturut rentetan rumor yang berembus, Pixel 11 Pro XL serta Pixel 11 Pro Fold diproyeksikan bakal dibanderol lebih mahal sekitar US$100 atau berkisar Rp1,8 juta dibanding lini terdahulu.
Begitu pula dengan Pixel 11 dan Pixel 11 Pro yang diisukan tidak akan menyediakan opsi kapasitas memori internal 128 GB untuk varian terendahnya.
Sebagai pengganti, Google diprediksi bakal memosisikan kapasitas penyimpanan 256 GB sebagai model standar terkecil.
Imbasnya, patokan harga awal untuk kedua jenis gawai tersebut diperkirakan melonjak sekitar US$100 atau kurang lebih Rp1,8 juta. Namun, bila dikomparasikan dengan varian 256 GB pada seri pendahulunya, nominal harga perangkat diklaim tidak bergeser.
Bukan cuma restrukturisasi harga, Pixel 11 Pro pun diisukan hanya dibekali RAM berkapasitas 12 GB, menyusut dari generasi sebelumnya yang mengusung 16 GB.
Apabila spekulasi ini akurat, opsi tersebut dipandang menjadi bagian dari taktik Google guna menekan pengeluaran produksi di tengah melambungnya nilai suku cadang.