PHE Perluas Wilayah Migas, Joint Study Meningkat Jadi 12 Blok

Minggu, 26 Juli 2026 | 19:12:32 WIB
PHE Tambah Wilayah Kerja Migas, Joint Study Naik Jadi 12 Blok [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memperluas wilayah operasi lewat akuisisi Wilayah Kerja (WK) anyar serta pelaksanaan Joint Study (JS) bersama sejumlah aliansi strategis, baik di kancah domestik maupun mancanegara.

Direktur Eksplorasi PHE Asep Samsul Arifin mengemukakan bahwa strategi ekspansi yang digencarkan PHE merupakan bagian dari ikhtiar membangun portofolio eksplorasi yang sehat serta berkesinambungan. 

\Menurutnya, ranah eksplorasi adalah bentuk investasi jangka panjang demi kelangsungan sektor hulu migas. Pihaknya mengaku konsisten membangun portofolio bermutu guna mengerek peluang penemuan cadangan sumber daya migas yang baru.

"Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PHE dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional," ujar Asep melalui keterangan resmi dikutip Minggu (26/7/2026).

Ia menerangkan bahwa ikhtiar tersebut merupakan bagian dari tekad PHE untuk menjawab tantangan eskalasi kebutuhan energi nasional sekaligus meredam laju penurunan produksi alamiah (natural decline) pada area kerja yang sudah beroperasi.

Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM per April 2026, PHE menduduki posisi sebagai korporasi dengan kepemilikan jumlah Joint Study terbanyak di Indonesia, yakni mencapai 10 studi. 

Memasuki bulan Juli 2026, kuantitas tersebut menanjak menjadi 12 Joint Study, yang mencakup 10 studi dalam fase berjalan, satu studi telah tuntas, serta satu studi lainnya tengah menanti pengesahan pemerintah.

Pelaksanaan Joint Study tersebut digarap berdampingan dengan pelbagai perusahaan energi global yang memiliki reputasi mentereng, contohnya Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, Woodside, serta mitra strategis lainnya. Adapun cakupan wilayah studinya merangkum beragam teritori prospektif mulai dari kawasan Indonesia bagian barat hingga timur.

Pada ranah regional, PHE turut melebarkan kerja sama bersama Management Petroleum Malaysia (MPM) lewat instrumen skema Technical Evaluation Agreement (TEA) pada sejumlah blok migas di wilayah Malaysia.

Asep memaparkan bahwasanya keseluruhan bentuk kolaborasi tersebut berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, penguasaan teknologi, serta kapabilitas teknis demi mendeteksi play type anyar yang berpotensi menjelma sebagai lumbung cadangan migas di masa depan. 

Menurutnya, kepercayaan yang dianugerahkan oleh para mitra global sekaligus merefleksikan apresiasi atas kompetensi PHE sebagai National Oil Company (NOC) yang mumpuni bersaing di panggung internasional.

Di samping mengokohkan sinergi lewat Joint Study, PHE juga terus memperluas portofolio eksplorasinya. Sepanjang rentang tahun 2023–2026, PHE sukses mengamankan delapan wilayah kerja eksplorasi baru di tanah air, yakni Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, Melati, Binaiya, Lavender, Bobara, serta North Ketapang, di samping satu wilayah kerja eksplorasi di Malaysia yaitu Blok SK-510.

Pada seluruh teritori wilayah kerja tersebut, PHE berkomitmen penuh mengeksekusi berbagai program eksplorasi sesuai komitmen kerja pasti, bermula dari studi geologi dan geofisika (G&G), pengumpulan data seismik, sampai pada kegiatan pemboran eksplorasi.

Asep menaruh harapan agar langkah strategis ini sanggup memaksimalkan potensi hidrokarbon sekaligus mempercepat penemuan cadangan baru sebagai penyokong pasokan produksi migas nasional kelak.

Performa agresif PHE dalam memperluas teritori eksplorasi ini turut menuai pengakuan di level global. Berdasarkan data S&P Global tahun 2026 untuk periode 2021–2025, PHE tercatat sebagai National Oil Company (NOC) dengan rekor penambahan luasan area eksplorasi baru yang paling masif di seluruh dunia, menyentuh angka lebih dari 90.000 kilometer persegi.

Pencapaian tersebut bahkan sukses mengungguli sejumlah raksasa migas nasional dunia lainnya, seperti Petronas, PTTEP, ADNOC, hingga Sinopec.

Menyongsong masa depan, PHE berketetapan untuk terus memperluas portofolio wilayah kerja eksplorasi maupun produksi, baik di dalam wilayah Indonesia maupun di luar negeri. Korporasi juga berkomitmen mempercepat laju komersialisasi seluruh potensi eksplorasi, baik pada aset-aset eksisting maupun pada blok-blok perolehan baru hasil ekspansi bisnis.

Terkini