Hari Mangrove Sedunia: Pemprov DKI Tanam 21 Ribu Bibit di Pesisir

Minggu, 26 Juli 2026 | 15:11:31 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penanaman 21.060 bibit mangrove secara bersamaan di lima titik pesisir. (Foto: NET)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penanaman 21.060 bibit mangrove secara bersamaan di lima titik pesisir dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia. 

Langkah ini diambil untuk menambah luasan ruang terbuka hijau, memperbaiki ekosistem wilayah pesisir, serta mengokohkan perlindungan di sepanjang pantai Jakarta.

Aksi lingkungan ini dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh hampir 350 peserta yang berasal dari instansi pemerintah, akademisi perguruan tinggi, pihak sekolah, sektor usaha, komunitas, hingga warga masyarakat.

"Hari ini kami menargetkan penanaman 21.060 bibit mangrove dengan melibatkan hampir 350 peserta," kata Rano di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (26/7/2026).

Lokasi penanaman tersebar di beberapa titik, meliputi Hutan Produksi Angke Kapuk, Hutan Lindung Angke Kapuk, Pelabuhan PT KCN, Kawasan Ekomarin Muara Angke, serta Kawasan KOMAH Muara Angke. 

Selain memperingati hari lingkungan hidup, gerakan ini menjadi salah satu agenda dalam rangkaian menyongsong usia 500 Tahun Jakarta.

Menurut Wagub Rano, upaya pemulihan ekosistem di kawasan pesisir memerlukan kontribusi aktif dari beraneka ragam elemen. 

Sinergi ini sangat krusial agar aksi penanaman mangrove tidak sekadar menjadi acara seremonial belaka, melainkan terus berjalan lewat proses pemeliharaan serta pemantauan area secara berkala.

"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan partisipasi pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, dunia usaha, komunitas, dan seluruh masyarakat," kata Rano Karno.

Sementara itu, Hutan Produksi Angke Kapuk diputuskan menjadi pusat pelaksanaan karena statusnya sebagai lahan baru seluas 1,73 hektare yang diperoleh dari kompensasi Izin Penggunaan Kawasan Hutan (IPPKH) PT Kapuk Naga Indah. 

Area ini nantinya bakal dioptimalkan menjadi pusat penghijauan kawasan pesisir.

Lewat gerakan penanaman mangrove tersebut, Pemprov DKI Jakarta menginginkan agar fungsi ekologis di wilayah pesisir semakin kokoh, kawasan hijau kian meluas, dan kepekaan warga terhadap kelestarian alam terus bertumbuh.

"Kami berharap kegiatan ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan menanam mangrove, sehingga ruang hijau pesisir Jakarta terus bertambah dan ekosistemnya semakin lestari," kata Rano.

Terkini