Sistem SDM Terintegrasi Danantara Targetkan Talenta Internal BUMN

Minggu, 26 Juli 2026 | 15:06:02 WIB
COO Danantara Dony Oskaria memaparkan bahwa pihaknya kini tengah menyusun sistem pengelolaan sumber daya manusia (SDM). (Foto: NET)

JAKARTA - COO Danantara Dony Oskaria memaparkan bahwa pihaknya kini tengah menyusun sistem pengelolaan sumber daya manusia (SDM) terpadu berskala internasional bagi seluruh lingkungan BUMN.

"Saya berharap nanti 2028 ke atas, itu seluruh direktur, CEO, dan lain sebagainya, itu adalah orang yang tumbuh dari dalam perusahaan. Inilah yang memastikan nanti keberlanjutan daripada perusahaan kami ke depan," ungkap Dony yang menjabat sebagai Kepala BP BUMN di Jakarta, Minggu (26/7/2026).

Langkah awal dari sistem ini dilakukan dengan mengimplementasikan Single Grading System serta Job Value guna menyetarakan metode penilaian dan klasifikasi posisi di seluruh grup korporasi. 

Selain itu, Danantara pun memberlakukan Job Requirement serta Competency Matrix sebagai landasan dalam memosisikan para talenta. 

Lewat mekanisme tersebut, tiap jabatan bakal diisi berpatokan pada kompetensi, kualifikasi, serta hasil penilaian objektif, sehingga celah bagi praktik penempatan atas dasar preferensi pribadi tidak akan ada lagi.

Sebagai upaya memperkokoh lini kepemimpinan, Danantara turut mendirikan Danantara Corporate University yang difungsikan sebagai wadah pengembangan bagi kisaran 300 talenta terbaik BUMN. 

Para kandidat bakal dibekali dengan standar kompetensi, kapasitas kepemimpinan, hingga soft skills yang seragam demi mencetak calon-calon pemimpin korporasi di masa mendatang.

Melalui program ini, Danantara memasang target agar segala pos strategis di lingkup BUMN ke depannya mampu diisi oleh talenta yang ditempa dan berkembang langsung dari internal perusahaan. 

Dony menekankan bahwa membentuk talenta andal ialah kewajiban pokok tiap CEO supaya proses transformasi yang sudah bergulir bisa terus berjalan dan menjadi basis bagi generasi pemuka berikutnya.

"Semua harus talent-talent yang kami develop. Itulah tanggung jawab kami sebagai seorang CEO," tegas Dony.

Dony menggarisbawahi bahwa pembenahan BUMN tidak sekadar menyasar pada kenaikan performa perusahaan pada saat ini, melainkan juga demi menyusun fondasi kelangsungan jangka panjang yang selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Walaupun proses transformasi terbukti telah memacu kenaikan kinerja di beberapa BUMN, Dony mengingatkan bahwa capaian positif tersebut wajib disokong oleh pengelolaan SDM yang berkesinambungan. 

Ia menilai, kepemimpinan yang tangguh merupakan aspek kunci guna memastikan korporasi terus berkembang sekaligus siap melewati beragam tantangan masa depan.

"Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manajer itu adalah komitmennya dia terhadap keberlanjutan daripada sebuah perusahaan," pungkas Dony.

Terkini