JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil kebijakan untuk menambah empat sekolah yang masuk dalam program revitalisasi pada tahun 2026.
Salah satu lokasi yang diprioritaskan adalah SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, yang belakangan ini ramai diperbincangkan lantaran kondisinya yang rusak serta terbengkalai selama dua tahun terakhir.
Pramono menjelaskan bahwa langkah ini diputuskan usai dirinya mendapatkan laporan resmi dari Dinas Pendidikan serta Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) terkait kondisi riil beberapa bangunan sekolah yang memerlukan perbaikan mendesak.
"Kemarin setelah dilaporkan oleh Dinas Pendidikan dan juga Citata, saya memutuskan untuk menambah empat sekolah yang akan diselesaikan tahun ini. SD Negeri Kebayoran Lama itu nomor delapan," kata Pramono di Gedung Kementerian Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2026).
Melalui kebijakan penambahan ini, total sekolah yang akan diperbaiki sepanjang tahun 2026 meningkat menjadi 11 sekolah dari yang sebelumnya hanya direncanakan tujuh sekolah.
"Jadi ada tujuh tambah empat, menjadi 11. Sisanya akan kita selesaikan pada tahun anggaran berikutnya," ujar Pramono.
Alokasi Anggaran Rp 249 Miliar
Pramono memaparkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengalokasikan dana berkisar Rp 249 miliar demi membiayai proyek perbaikan empat sekolah tambahan tersebut.
Adapun empat sekolah yang dipastikan masuk dalam perluasan program ini adalah SDN Kebayoran Lama Selatan 09, SMA Negeri 102 Jakarta, SDN Cempaka Putih Barat 03, serta SDN dan TK Negeri Papanggo 01.
Menurut penjelasan Pramono, penambahan kuota empat sekolah ini diputuskan setelah pihak Pemprov DKI meninjau ulang target revitalisasi sekolah yang sempat dipotong akibat berkurangnya penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH).
Pada rancangan awal, Pemprov DKI memproyeksikan perbaikan untuk 22 sekolah dari tingkat SD, SMP, hingga SMA di tahun 2026. Akan tetapi, imbas dari pengurangan DBH tersebut membuat target pengerjaan dipangkas secara drastis hingga menyisakan tujuh sekolah saja.
"Tetapi karena kemudian ada pemotongan DBH, dana bagi hasil, dari 22 itu menjadi tujuh yang dijalankan," kata Pramono.
Target Rampung Administrasi pada Agustus
Lebih lanjut, Pramono menerangkan bahwa sepanjang bulan Agustus 2026, Pemprov DKI akan fokus menyelesaikan seluruh tahapan administrasi sebelum pengerjaan fisik di lapangan dimulai.
Prosedur ini meliputi penghapusan bangunan sekolah yang telah rusak dari daftar inventaris aset daerah guna mengantisipasi kendala saat proses audit di kemudian hari.
Pasca-penghapusan aset rampung, pemerintah daerah segera menunjuk pihak kontraktor pelaksana yang akan bertanggung jawab penuh atas proyek perbaikan tersebut.
Melalui penyelesaian urusan administrasi yang terjadwal ini, proyek revitalisasi untuk SDN Kebayoran Lama Selatan 09 bersama tiga sekolah lainnya ditargetkan bisa langsung dieksekusi pada tahun ini.