JAKARTA — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) kini gencar memperluas jangkauan operasionalnya lewat akuisisi Wilayah Kerja (WK) baru serta pengerjaan Joint Study (JS) dengan deretan mitra strategis, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
Direktur Eksplorasi PHE, Asep Samsul Arifin, mengungkapkan bahwa strategi ekspansi ini sengaja diterapkan untuk membangun portofolio eksplorasi yang sehat dan berkelanjutan.
Asep menilai eksplorasi merupakan bentuk investasi jangka panjang demi menjaga keberlangsungan industri hulu migas. Pihaknya menyatakan bakal terus mengembangkan portofolio berkualitas demi membuka peluang penemuan sumber daya migas baru yang lebih besar.
"Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PHE dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional," kata Asep melalui keterangan resmi yang dikutip pada Minggu (26/7/2026).
Asep juga memaparkan bahwa langkah agresif ini menjadi wujud nyata dari komitmen PHE dalam memenuhi lonjakan kebutuhan energi nasional, sekaligus menjadi solusi taktis untuk mengatasi penurunan produksi alamiah (natural decline) di wilayah-wilayah kerja yang sudah ada saat ini.
Merujuk pada data milik Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM per April 2026, PHE menempati posisi teratas sebagai perusahaan dengan jumlah Joint Study paling banyak di tanah air, yakni menyentuh angka 10 studi.
Menginjak Juli 2026, jumlah tersebut sukses merangkak naik menjadi 12 Joint Study. Rinciannya meliputi 10 studi yang masih bergulir, satu studi telah rampung, dan satu studi sisanya sedang menanti persetujuan resmi dari pihak pemerintah.
Kerja sama Joint Study ini dijalankan bersama para raksasa energi internasional yang memiliki reputasi tinggi, seperti Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, Woodside, dan mitra strategis lainnya.
Lokasi studinya sendiri tersebar luas di berbagai kawasan potensial dari wilayah barat sampai ke ujung timur Indonesia.
Di kancah regional, PHE pun memperlebar sayap kolaborasinya bersama Management Petroleum Malaysia (MPM) lewat skema Technical Evaluation Agreement (TEA) pada sejumlah blok migas di Malaysia.
Asep mengutarakan bahwa seluruh bentuk kolaborasi ini berfungsi sebagai media saling berbagi pengetahuan, teknologi, serta kemampuan teknis.
Hal ini penting guna mendeteksi play type baru yang berpotensi melahirkan cadangan migas masa depan.
Bagi Asep, kepercayaan penuh yang diberikan oleh para mitra global ini menjadi bukti nyata pengakuan atas kompetensi PHE sebagai National Oil Company (NOC) yang punya daya saing kuat di tingkat internasional.
Selain memperkokoh jalinan kerja sama lewat Joint Study, PHE juga terus bergerak memperbanyak portofolio eksplorasinya.
Sepanjang kurun waktu 2023 hingga 2026, PHE berhasil mengamankan delapan wilayah kerja eksplorasi baru di Indonesia, antara lain Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, Melati, Binaiya, Lavender, Bobara, dan North Ketapang, ditambah satu wilayah kerja eksplorasi yang berlokasi di Malaysia, yaitu Blok SK-510.
Pada seluruh wilayah kerja baru tersebut, PHE berkomitmen penuh untuk merealisasikan beragam program eksplorasi sesuai dengan kesepakatan komitmen kerja pasti.
Program-program ini dimulai dari pelaksanaan studi geologi dan geofisika (G&G), akuisisi data seismik, hingga tindakan pemboran eksplorasi.
Asep menaruh harapan besar agar langkah strategis ini bisa memaksimalkan potensi hidrokarbon secara optimal sekaligus mempercepat penemuan cadangan baru yang akan menyokong produksi migas nasional di masa mendatang.
Aktivitas agresif PHE dalam memperluas zona eksplorasi ini juga membuahkan apresiasi yang luar biasa di panggung global.
Mengacu pada data S&P Global tahun 2026 untuk periode 2021 hingga 2025, PHE dinobatkan sebagai National Oil Company (NOC) dengan penambahan luas area eksplorasi baru paling masif di dunia, dengan total area menembus lebih dari 90.000 kilometer persegi.
Prestasi gemilang ini berhasil mengungguli capaian beberapa perusahaan migas nasional ternama dunia, seperti Petronas, PTTEP, ADNOC, hingga Sinopec.
Menatap masa depan, PHE dipastikan akan terus memperluas portofolio wilayah kerja eksplorasi maupun produksinya, baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri.
Pihak perusahaan juga memegang komitmen kuat untuk mempercepat proses komersialisasi dari seluruh potensi eksplorasi yang ada, baik pada aset-aset eksisting maupun di blok-blok baru yang didapatkan dari hasil ekspansi bisnis tersebut.