Wamenaker: Pelatihan Vokasi Nasional Siapkan SDM Industri

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:41:02 WIB
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor. (Foto: NET)

JAKARTA - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyampaikan bahwa program Pelatihan Vokasi Nasional merupakan langkah nyata pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang produktif, siap kerja, serta sejalan dengan tuntutan dunia usaha dan industri.

Wamenaker dalam pernyataan resminya di Jakarta, Minggu, berpandangan bahwa dinamika pasar kerja yang bergeser kian cepat mengharuskan para tenaga kerja menguasai kompetensi yang adaptif dan relevan dengan tren industri terkini.

“Pelatihan vokasi bukan sekadar memberikan keterampilan, tetapi menjadi investasi untuk menyiapkan SDM yang siap bekerja, produktif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri,” ujar Afriansyah.

Pada tahun 2026 ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mematok target sebanyak 300 ribu peserta untuk berpartisipasi dalam aneka program Pelatihan Vokasi Nasional yang tersebar di penjuru Indonesia, ia memaparkan.

Sasaran ini menjadi bagian dari program perluasan akses bagi publik demi mendapatkan pelatihan berpatokan kompetensi, sekaligus mematangkan kesiapan tenaga kerja supaya cocok dengan kebutuhan sektor industri dan usaha.

Di samping memperlebar keterjangkauan pelatihan, Kemnaker pun menaruh fokus bagi para pekerja yang terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) serta warga yang memerlukan penguatan kapasitas kompetensi.

Lewat skema reskilling dan upskilling, para peserta diberikan modal keterampilan baru agar mempunyai prospek yang lebih cerah untuk terserap kembali ke dunia kerja atau merintis usaha secara mandiri.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak perubahan ekonomi tetap memiliki kesempatan meningkatkan kompetensinya. Dengan keterampilan baru, mereka memiliki peluang untuk kembali bekerja atau membangun usaha sendiri,” kata Afriansyah.

Ia menambahkan bahwa eksekusi pelatihan vokasi wajib diselaraskan dengan basis potensi unggulan di tiap wilayah, sehingga keahlian yang didapat peserta benar-benar pas dengan keperluan pasar kerja lokal.

Sebagai contoh di Sumatera Barat, pematangan kompetensi difokuskan pada bidang jasa, perdagangan, serta sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi motor penggerak ekonomi setempat.

Guna menyokong strategi itu, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) juga dimintanya untuk terus memperkuat jaringan kemitraan bersama kalangan industri, dunia usaha, dan UMKM demi mendongkrak keterserapan para lulusan pelatihan sekaligus memicu produktivitas mereka.

“Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan di dunia kerja sekaligus membuka peluang lahirnya wirausaha baru yang dapat menggerakkan perekonomian daerah,” ujar Wamenaker.

Terkini