Laba Bersih DCI Indonesia Melejit 18,74% di Semester I/2026

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:06:01 WIB
PT DCI Indonesia Tbk. (DCII). (Foto: NET)

JAKARTA — Emiten pusat data yang masuk dalam portofolio investasi Otto Toto Sugiri dan Anthoni Salim, PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sepanjang paruh pertama tahun 2026. Perseroan mencatatkan perolehan laba bersih mencapai Rp732,5 miliar.

Pencapaian laba bersih DCII tersebut mengalami kenaikan sebesar 18,74% jika dibandingkan secara tahunan (year-on-year) dari periode sebelumnya yang bernilai Rp616,94 miliar.

Pertumbuhan pada pos laba bersih ini didorong oleh performa pendapatan perseroan yang terkerek naik menjadi Rp1,77 triliun. Angka pendapatan tersebut melonjak sebesar 33,23% dari perolehan di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,33 triliun.

Kontribusi terbesar terhadap total pendapatan ini berasal dari lini bisnis jasa kolokasi yang menyumbang Rp1,67 triliun, disusul oleh segmen pendapatan lain-lain yang memberikan kontribusi senilai Rp98,38 miar.

Jika ditinjau berdasarkan kategori pelanggan, penerimaan yang bersumber dari pihak ketiga mendominasi dengan nilai Rp1,74 triliun, sedangkan pendapatan dari pihak yang berelasi tercatat sebesar Rp37,16 miliar.

Di waktu yang sama, DCII mengalami pembengkakan pada pos beban pokok pendapatan yang menjadi Rp813,72 miliar. Beban pokok tersebut melonjak hingga 50,88% secara tahunan dari posisi sebelumnya sebesar Rp539,32 miliar.

Kondisi tersebut membuat laba bruto yang dibukukan oleh DCII tercatat sebesar Rp963,6 miliar. Jumlah laba kotor ini menguat sebesar 21,25% dibandingkan capaian tahun lalu secara tahunan yang sebesar Rp794,7 miliar.

Hingga penutupan enam bulan pertama di tahun 2026, DCII melaporkan kepemilikan total aset senilai Rp8,01 triliun, memperlihatkan kenaikan dari posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp6,64 triliun.

Sementara itu, kewajiban atau total liabilitas DCII terpantau ikut merangkak naik dari Rp2,64 triliun per 31 Desember 2025 menjadi sebesar Rp3,27 triliun pada posisi 30 Juni 2026.

Adapun untuk total ekuitas yang dimiliki DCII juga mengalami penguatan menjadi Rp4,73 triliun pada penghujung semester I/2026, beranjak naik dari posisi sebelumnya sebesar Rp4 triliun pada akhir tahun 2025.

Terkini