RANS Lakukan Limited Review Laporan Keuangan Interim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:02:31 WIB
PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. (RANS). (Foto: NET)

JAKARTA — Perusahaan milik Raffi Ahmad, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. (RANS) bakal melaksanakan penelaahan terbatas (limited review) terhadap laporan keuangan interim untuk periode yang berakhir per 30 Juni 2026. 

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), pihak manajemen RANS menerangkan bahwa agenda limited review tersebut akan diserahkan kepada Kantor Akuntan Publik (KAP) Teramihardja, Pradhono & Chandra.

Direktur RANS Entertainment Indonesia Rumunggu Yokonapita memaparkan bahwa agenda penelaahan terbatas ini merujuk pada Peraturan OJK Nomor 14/POJK.04/2022 mengenai Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik serta Peraturan BEI Nomor I-E mengenai Kewajiban Penyampaian Informasi.

"Pelaksanaan penelaahan terbatas dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra. Adapun tujuan pelaksanaan penelaahan terbatas sesuai dengan pertimbangan dari manajemen perseroan untuk meningkatkan kualitas pengawasan atas laporan keuangan perseroan," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Jumat (24/7/2026).

Pihak emiten menegaskan bahwa hasil limited review terhadap laporan keuangan interim untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 bakal dipublikasikan selaras dengan tenggat waktu yang sudah diatur dalam regulasi perundang-undangan yang berlaku. 

Sebagai informasi, limited review ialah langkah penelaahan atas laporan keuangan interim yang menyajikan tingkat keyakinan terbatas bila disandingkan dengan proses audit menyeluruh. 

Prosedur ini umum ditempuh oleh emiten guna mendongkrak kredibilitas laporan keuangan sebelum disajikan kepada publik dan investor.

Mengenai performa keuangan RANS, merujuk pada prospektus ringkasnya, emiten ini membukukan pendapatan senilai Rp353,38 miliar untuk tahun buku yang berakhir per 31 Desember 2025. 

Angka tersebut merosot sebesar 13,91% jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang menyentuh Rp410,50 miliar.

Penyusutan ini memperpanjang tren perlambatan omzet RANS, setelah pada tahun 2024 silam perusahaan juga mendapati penurunan sebesar 6,24% menjadi Rp410,50 miliar dari posisi Rp437,81 miliar di tahun 2023. 

Seiring dengan melandainya pendapatan, perolehan laba kotor perusahaan pun terkoreksi di angka Rp152,72 miliar pada 2025, menyusut dari perolehan Rp159,22 miliar pada 2024 dan Rp176,29 miliar pada 2023.

Kendati demikian, RANS tetap berhasil menerapkan efisiensi pada pos beban pokok pendapatan yang terpangkas menjadi Rp200,66 miliar dari sebelumnya Rp251,27 miliar pada tahun lalu.

Dari sisi operasional, raihan laba usaha emiten juga berada di angka Rp75,55 miliar pada 2025, melemah dari raihan Rp88,07 miliar pada 2024 serta Rp116,35 miliar pada 2023. 

Di lain sisi, keuntungan tahun berjalan tercatat di posisi Rp56,69 miliar, atau mengalami penyusutan 41,60% dari perolehan tahun sebelumnya yang mencatatkan Rp97,07 miliar.

Terkini