Ekspansi Agresif, PHE Kuasai 9 Wilayah Kerja Migas Baru

Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:07:32 WIB
Asep Samsul Arifin selaku Direktur Eksplorasi Pertamina Hulu Energi. (Foto: NET)

JAKARTA - Portofolio eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) PT Pertamina Hulu Energi (PHE) resmi diperluas lewat akuisisi 9 wilayah kerja (WK) baru sepanjang periode 2023 hingga 2026. 

Dari total wilayah kerja tersebut, sebanyak 8 blok berlokasi di dalam negeri meliputi Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, Melati, Binaiya, Lavender, Bobara, serta North Ketapang, sedangkan 1 blok lainnya berada di Malaysia yaitu Blok SK-510. 

Strategi ini dijalankan guna meningkatkan probabilitas penemuan cadangan migas anyar sekaligus menjaga pasokan energi nasional di tengah naiknya kebutuhan domestik dan penyusutan produksi alamiah (natural decline) di blok-blok eksisting.

Asep Samsul Arifin selaku Direktur Eksplorasi Pertamina Hulu Energi menerangkan bahwa ekspansi ini menjadi bagian dari peta jalan korporasi untuk membangun portofolio eksplorasi yang berkesinambungan.

"Eksplorasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri hulu migas. Melalui perluasan wilayah kerja, penguatan kolaborasi dengan mitra global, serta penerapan teknologi eksplorasi yang semakin maju, kami terus membangun portofolio yang berkualitas untuk meningkatkan peluang penemuan sumber daya migas baru," ujar Asep dalam keterangan resmi, Sabtu (25/7/2026).

PHE bakal melaksanakan beragam agenda eksplorasi pada seluruh wilayah kerja baru tersebut berdasarkan komitmen kerja pasti, yang mencakup studi geologi dan geofisika (G&G), pengambilan data seismik, hingga pengerjaan pengeboran sumur eksplorasi. 

Manajemen berharap seluruh rangkaian proyek ini dapat memaksimalkan potensi hidrokarbon dan mempercepat komersialisasi cadangan migas baru untuk menyokong produksi nasional di masa depan.

Di samping menambah wilayah kerja, PHE turut memperluas kemitraan eksplorasi bersama korporasi migas global lewat skema Joint Study. 

Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) hingga Juli 2026, PHE mengelola 12 Joint Study, yang terbagi atas 10 studi berjalan, 1 studi selesai, serta 1 studi yang masih menunggu lampu hijau dari pemerintah. 

Aliansi ini menggandeng rentetan perusahaan energi multinasional mulai dari Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, hingga Woodside.

Bukan hanya itu, PHE mengikat kemitraan bersama Management Petroleum Malaysia (MPM) lewat skema Technical Evaluation Agreement (TEA) untuk beberapa blok migas di Malaysia. 

Menurut Asep, sinergi ini menjadi wadah pertukaran teknologi dan kapasitas teknis dalam mendeteksi potensi migas baru pada cekungan-cekungan yang belum tergarap optimal. 

"Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PHE dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional," kata dia.

Di lain sisi, ekspansi masif PHE di sektor eksplorasi ini berbuah pengakuan global. 

Data S&P Global periode 2021-2025 yang dipublikasikan pada 2026 menempatkan PHE sebagai perusahaan minyak nasional (National Oil Company/NOC) dengan penambahan area eksplorasi baru paling luas di dunia, yakni menembus lebih dari 90.000 kilometer persegi. 

Pencapaian luar biasa ini berhasil mengungguli beberapa perusahaan migas nasional mancanegara seperti Petronas, PTTEP, ADNOC, dan Sinopec.

Ke depannya, PHE menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan portofolio wilayah kerja eksplorasi dan produksi, baik di level domestik maupun internasional, sekaligus mengakselerasi pemanfaatan potensi migas blok baru demi mendukung target swasembada energi nasional. 

"Dengan mengedepankan keunggulan operasional, inovasi teknologi, dan prinsip keberlanjutan, PHE optimistis dapat terus berperan sebagai penggerak utama dalam mewujudkan kedaulatan energi Indonesia," pungkasnya.

Terkini