PTBA Kantongi Penjualan Batu Bara 21,1 Juta Ton di Semester I 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:48:32 WIB
Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil membukukan penjualan batu bara hingga 21,10 juta ton selama paruh pertama tahun 2026. 

Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan menjelaskan bahwa pencapaian pasar tersebut berjalan beriringan dengan jumlah produksi batu bara yang menyentuh 19,45 juta ton serta pengelolaan tingkat persediaan yang efisien.

"Pencapaian ini menjadi fondasi penting bagi perseroan untuk terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).

Bila dijabarkan secara rinci untuk periode Januari hingga Juni 2026, serapan pasar lokal mendominasi dengan angka 10,77 juta ton atau menyumbang sekitar 51 persen dari keseluruhan penjualan. 

Sementara itu, pengapalan ke pasar internasional mencakup 10,33 juta ton atau berkontribusi sebesar 49 persen dari total penjualan. 

PTBA mengumumkan adanya pertumbuhan pada volume ekspor sekitar 5 persen jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tren positif ini didorong oleh permintaan yang konsisten dari sejumlah negara mitra, meliputi Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.

Walaupun pengiriman ke luar negeri mengalami kenaikan, Bambang menegaskan pemenuhan kebutuhan pasar domestik tetap menjadi prioritas perseroan untuk mendukung ketahanan energi nasional. 

Sampai dengan paruh pertama 2026, penyaluran batu bara kepada Grup PLN sudah mencapai 7,78 juta ton. Secara makro, pemenuhan kewajiban pasar domestik atau domestic market obligation (DMO) tercatat berkisar 55 persen dari total volume produksi. 

Angka realisasi ini berada jauh di atas batas minimal DMO yang dipatok oleh pemerintah sebesar 25 persen.

"Hal ini menunjukkan komitmen PTBA dalam menjaga pasokan batu bara bagi kebutuhan energi nasional, sembari tetap mengoptimalkan peluang di pasar ekspor," katanya.

Menilik dari aspek operasional, PTBA telah mendistribusikan 18,15 juta ton batu bara sampai bulan Juni 2026. 

Dari total tersebut, sebanyak 17,47 juta ton dialokasikan lewat moda transportasi kereta api yang menjadi pilar utama sistem distribusi logistik perusahaan. PTBA juga konsisten menerapkan metode selective mining demi mempertahankan efektivitas dan efisiensi pada aktivitas penambangan.

Hingga penghujung semester I 2026, perusahaan mencatatkan nisbah kupas atau stripping ratio di posisi 5,26 kali, sebuah angka yang masih terjaga di bawah target tahunan sebesar 5,63 kali. 

Guna menstimulasi ekspansi bisnis, PTBA terus menggelontorkan belanja modal (capital expenditure/capex) yang difokuskan pada penguatan infrastruktur logistik. 

eberapa agenda yang sedang berjalan di antaranya yakni perluasan rute angkutan batu bara relasi Tanjung Enim-Kramasan serta pengerjaan fasilitas Inpit Conveyor Banko.

"Memasuki semester II 2026, PTBA menargetkan terus memperkuat keandalan operasional, menjaga efisiensi biaya, mengoptimalkan pasar domestik maupun ekspor, serta melanjutkan proyek-proyek strategis guna menopang pertumbuhan perseroan di tengah dinamika industri batu bara global," tutup Bambang.

Terkini