JAKARTA - PT Pertamina (Persero), lewat Pertamina Foundation, menumbuhkan kesadaran untuk memelihara kelestarian bumi pada anak-anak dari usia dini.
Operation Director Pertamina Foundation Gusman Adiwardhana dalam penjelasannya di Jakarta, Sabtu, menyampaikan bahwa kebiasaan merawat bumi tidak muncul secara instan, melainkan harus dibentuk sejak usia kecil melalui tindakan sederhana yang disaksikan dan dijalankan anak-anak setiap hari.
Didasari oleh prinsip tersebut, demi merayakan Hari Anak Nasional 2026, Pertamina Foundation memberikan pengalaman belajar secara langsung untuk anak usia dini lewat kunjungan edukasi ke dua sekolah binaan, yaitu TK Bumi Patra I di Pondok Ranji serta TK Bumi Patra II di Cempaka Putih, Jakarta.
Mengangkat tema "Aku dan Orang Tuaku Peduli Bumi", program ini dibuat untuk meningkatkan kerja sama antara anak dan orang tua dalam mempraktikkan kebiasaan ramah lingkungan di rumah, mulai dari memisahkan sampah, menghemat pemakaian listrik dan air, memakai wadah yang bisa digunakan kembali seperti tumbler dan totebag, hingga memilih transportasi umum.
Acara ini dihadiri oleh keseluruhan 75 murid dan 77 orang tua yang mendampingi, yang terdiri atas 57 murid dan 54 orang tua dari TK Bumi Patra I serta 18 murid dan 23 orang tua dari TK Bumi Patra II.
Semua urutan kegiatan dikemas secara interaktif, penuh edukasi, dan menghibur dengan memakai pesan utama "Pahlawan Cilik Penyelamat Bumi".
"Anak-anak diajak memahami peran penting mereka sebagai generasi penerus yang bertanggung jawab menjaga kelestarian bumi melalui enam kegiatan utama," jelas Gusman.
Beberapa di antaranya ialah penyuluhan interaktif mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik lewat alat bantu visual, serta permainan simulasi estafet membuang sampah ke tiga jenis tempat, yakni wadah hijau untuk sampah organik, wadah kuning untuk sampah anorganik, dan wadah merah untuk jenis sampah B3.
"Senang sekali bisa ikut terlibat langsung dalam kegiatan ini bersama anak saya. Biasanya dia cuma dengar cerita soal sampah dan lingkungan dari buku, tapi hari ini dia praktik langsung memilah sampah dan bikin kerajinan dari daun kering. Semoga kegiatan seperti ini terus ada, karena selain seru, anak-anak jadi lebih paham cara menjaga lingkungan sejak kecil," kata Ibu Upi selaku perwakilan orang tua murid dari TK Bumi Patra II.
Gusman mengimbuhkan bahwa program ini pun menjadi wujud dari komitmen jangka panjang Pertamina Foundation dalam mengurus sekolah binaan agar menjadi tempat berkembang yang tidak cuma berprestasi secara akademik, melainkan juga menanamkan watak peduli lingkungan sejak masa kecil.
"Hari Anak Nasional menjadi momentum yang tepat bagi kami untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini," ucapnya.
Lewat pelaksanaan program ini, Pertamina Foundation memiliki harapan bisa membangun karakter dengan kebiasaan yang baik sejak dini pada diri anak-anak, sekaligus menguatkan kedekatan antara orang tua dan anak dalam menjalankan gaya hidup ramah lingkungan untuk keberlanjutan bumi kelak.
"Kami percaya, perubahan besar untuk bumi dimulai dari kebiasaan kecil yang ditanamkan sejak anak-anak masih di bangku TK. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua sangat penting untuk memastikan nilai-nilai ini terus terbawa dalam keseharian mereka," tutur Gusman.