DPR Dorong Program Home Care Jember Dilaporkan ke Presiden Prabowo

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:13:31 WIB
Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian. (Foto: NET)

JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian, mengusulkan agar program Home Care di Kabupaten Jember, Jawa Timur, segera dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. 

Program yang resmi berjalan sejak Jumat (24/7/2026) ini dianggap patut mendapat perhatian dari pemerintah pusat karena berpotensi menjadi acuan bagi wilayah-wilayah lain di Indonesia.

"Izin Abang Wamen (Wamenkes Benjamin Benjamin Paulus Octavianus), mohon program ini disampaikan ke Pak Presiden (Prabowo) bahwa di Jember sudah memberikan contoh kepada masyarakat Indonesia. Kami bisa mewujudkan program dokter untuk rumah tangga, untuk keluarga yang tidak mampu melalui program Home Care ini," kata Kawendra, dalam sambutannya saat peluncuran program tersebut.

Inovasi Home Care di Jember ini dinilai berjalan selaras dengan beragam program bidang kesehatan yang tengah diusung oleh pemerintahan Presiden Prabowo. 

Selama ini, pihak pemerintah pusat telah menggulirkan sejumlah program nyata seperti pengecekan kesehatan gratis serta pemberian makan bergizi gratis. 

Hadirnya Home Care menjadi wujud keberpihakan yang nyata bagi kalangan warga yang mengalami hambatan dalam mengakses fasilitas kesehatan.

"Home Care ini pertama mungkin di Indonesia yang dilakukan. Kami harus bangga menjadi warga Jember karena menjadi percontohan di Indonesia," ujar Kawendra.

Kawendra pun menyampaikan bahwa dirinya merasa tersentuh ketika menyimak gagasan dari Bupati Jember Muhammad Fawait yang ingin menyediakan layanan dokter bagi masyarakat miskin. 

Sebab, fasilitas dokter pribadi umumnya hanya identik dengan kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan finansial lebih.

"Saya merinding ketika mendengar kalimat, kalau orang kaya punya dokter pribadi, apa salahnya warga yang tidak punya juga punya dokter pribadi. Semangat itu linear dengan semangat Presiden Prabowo," katanya.

Program Home Care ini sendiri resmi diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember di Puskesmas Kecamatan Sumberbaru pada hari Jumat kemarin. 

Melalui program ini, para tenaga medis akan langsung mendatangi tempat tinggal warga, sehingga para pasien yang mengalami kendala untuk mendatangi puskesmas atau rumah sakit tetap bisa memperoleh pelayanan medis yang memadai.

Pada masa awal pelaksanaannya, fasilitas pelayanan Home Care ini difokuskan bagi lima kelompok warga. 

Mereka terdiri dari kalangan lansia yang mengidap penyakit kronis, ibu hamil dengan kondisi risiko tinggi, penyandang disabilitas yang mengidap penyakit menahun, anak yang mengalami stunting, serta warga tidak mampu yang mengidap penyakit kronis.

Guna menjalankan program pelayanan ini, sebanyak 1.200 tenaga medis diterjunkan ke lapangan. 

Mereka bertugas melakukan pengecekan kesehatan mendasar, memantau perkembangan kondisi pasien, memberikan tindakan keperawatan, mengedukasi anggota keluarga, hingga menghubungkan pasien dengan pihak dokter melalui fasilitas telemedicine jika memang diperlukan.

Untuk menyokong kelancaran operasional di lapangan, Pemerintah Kabupaten Jember menyediakan sebanyak 50 unit armada Home Care. Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan bahwa pada mulanya pihak pemerintah daerah hanya memiliki anggaran untuk membeli 10 unit kendaraan baru. 

Dikarenakan jumlah tersebut dirasa masih kurang, mobil dinas kepunyaan organisasi perangkat daerah (OPD) akhirnya dialihkan fungsinya untuk dijadikan armada Home Care.

"Kami hanya mampu membeli 10 mobil baru. Ternyata masih kurang 40, akhirnya kami tarik mobil dinas OPD agar total menjadi 50 mobil Home Care," kata Fawait.

Menurut penjelasan Fawait, gagasan Home Care ini muncul setelah pihak pemerintah melakukan evaluasi dan menemukan fakta bahwa masih banyak warga miskin yang tidak pergi berobat, walaupun ongkos pelayanan kesehatan mereka sebenarnya sudah ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan.

"Setelah kami evaluasi, ternyata masyarakat tidak mampu tetap ada yang tidak berangkat ke rumah sakit maupun puskesmas. Alasannya karena berangkat butuh biaya, sementara keluarga yang ditinggalkan juga harus mencari nafkah," ujarnya.

Langkah inovatif ini pun mendapatkan respons positif serta dukungan dari Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus. 

Benjamin pun meminta pihak Pemerintah Kabupaten Jember untuk memaparkan program Home Care ini di hadapan Kementerian Kesehatan, agar nantinya dapat dikembangkan menjadi acuan model pelayanan kesehatan berskala nasional.

"Saya minta Pak Bupati segera presentasi di Kementerian Kesehatan. Kalau program ini terukur, kita buat role model tahun 2027, lalu kita laporkan kepada Presiden sehingga 2028 bisa menjadi program nasional," kata Benjamin.

Terkini