Singo Edan Jadikan Piala Presiden 2026 Ajang Uji Kekompakan Skuad

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:37:31 WIB
Klub tersohor Arema FC. (Foto: NET)

JAKARTA – Klub tersohor Arema FC memilih untuk tidak mematok target yang muluk-muluk di ajang Piala Presiden 2026, kendati mereka memegang rekor sebagai tim paling sukses sepanjang sejarah turnamen tersebut. 

Pada edisi Piala Presiden kali ini, skuad Singo Edan lebih memilih menganggap turnamen pramusim ini sebagai kesempatan emas untuk merekatkan chemistry tim, mempercepat proses penyesuaian diri para pilar baru, sekaligus mematangkan taktik utama sebelum berlaga di Super League 2026-2027. 

Dikarenakan adanya perombakan komposisi pemain yang terhitung masif, jajaran staf kepelatihan Arema FC lebih mengutamakan pemanfaatan tiap laga sebagai medium evaluasi.

Tiap jalannya pertandingan bakal difungsikan demi menguji strategi, memantau kualitas performa para penggawa anyar, serta memupuk keselarasan bermain yang diproyeksikan menjadi modal krusial sebelum kompetisi resmi bergulir. 

Sayap senior Arema FC, Dendi Santoso, berpendapat bahwa Piala Presiden memegang andil krusial dalam fase pembentukan kekuatan tim. 

Menurut pesepak bola yang identik dengan nomor punggung 41 ini, kompetisi pramusim memfasilitasi tim pelatih untuk bereksperimen dengan bermacam kombinasi pemain sekaligus memantau progres skuad secara menyeluruh.

"Secara pribadi, semoga kalau kami bisa menjuarai itu adalah bonus. Tapi setiap pemain punya target pribadi masing-masing," kata Dendi Santoso.

Dendi pun mengerti jika deretan legiun asing yang baru merapat memerlukan proses untuk bisa menyatu dengan atmosfer serta budaya sepak bola di tanah air. 

Oleh sebab itu, Dendi menggarisbawahi bahwa pilar-pilar lama mengemban tanggung jawab untuk membimbing rekan-rekan barunya supaya fase aklimatisasi dapat terpenuhi lebih instan.

"Pemain asing yang baru-baru pasti baru mengenal kultur pemain di Indonesia. Mereka juga tidak bisa langsung 100 persen. Makanya, kami sebagai pemain lama pasti akan mendukung semuanya untuk meraih hasil terbaik," ujarnya.

Gelaran Piala Presiden 2026 turut menyuguhkan atmosfer kompetisi yang berbeda lantaran melibatkan keikutsertaan tim-tim dari mancanegara. 

Dendi memandang kesempatan bertanding melawan klub asing sebagai guru yang baik guna menakar level kualitas Arema FC, sekaligus memperkaya referensi tim ketika meladeni bermacam pakem permainan. 

Arema FC sendiri ditempatkan dalam Grup A bersama Persib Bandung, Tampines Rovers asal Singapura, serta wakil Brunei Darussalam, DPMM FC.

"Kami sekarang sudah memiliki analis baru. Mungkin coach yang baru juga akan memberikan masukan kepada tim pelatih dan khususnya pemain. Kadang-kadang tidak boleh kalah karena ini kan tuan rumah juga di Indonesia," tutur Dendi.

Bagi Dendi pribadi, berhadapan dengan kesebelasan luar negeri bukan semata-mata perihal memburu kemenangan. Tiap pertandingan juga bermakna sebagai sarana menambah jam terbang serta mengumpulkan bahan analisis sebelum kompetisi yang sebenarnya dimulai.

Visi yang senada turut dilontarkan oleh rekrutan anyar Arema FC, Robi Darwis. Menyandang status sebagai wajah baru, Robi memproyeksikan Piala Presiden 2026 sebagai panggung untuk mendalami karakter permainan dari tim barunya tersebut, sekaligus mengakselerasi proses adaptasi dirinya. 

Ia bertekad mempergunakan tiap laga untuk menyerap skema permainan Singo Edan, termasuk memahami karakteristik dari rekan-rekan satu timnya.

"Setiap pemain tentunya memiliki target masing-masing. Apalagi saya pemain baru di sini. Saya juga harus beradaptasi, mulai dari cara bermain hingga memahami kedalaman tim," ujar Robi.

Robi mengkategorikan Piala Presiden sebagai bagian integral dari proses persiapan menyongsong liga resmi. Maka dari itu, ia tidak mematok trofi juara sebagai bidikan utama pada turnamen pemanasan ini. 

Baginya, andai Arema FC ditakdirkan keluar sebagai kampiun, capaian itu dipandang sebagai hadiah tambahan dari proses kerja keras yang tengah ditempuh tim.

"Di Piala Presiden, ini menjadi ajang adaptasi bagi pemain-pemain baru. Tujuan utama kami selanjutnya tentu di liga. Kalau bisa juara, itu adalah bonus," kata Robi.

Menariknya, Arema FC langsung dijadwalkan bersua Persib Bandung pada laga pembuka Grup A Piala Presiden 2026 yang dihelat di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026) malam. 

Bentrokan ini menyimpan esensi emosional tersendiri bagi Robi, mengingat pada musim sebelumnya ia merupakan bagian dari skuad Maung Bandung.

Robi menyebutkan bahwa latar belakang Persib sebagai bekas klubnya justru menjadi pemantik semangat tambahan untuk mempertontonkan aksi terbaiknya bagi Arema FC.

"Salah satu motivasi saya juga. Sekarang saya membela tim baru, saya di Arema, dan pasti akan memberikan yang terbaik sepenuhnya. Sebelumnya saya memang punya sejarah bagus di sana, tetapi itu tidak akan menjadi halangan bagi saya untuk bermain lebih lepas dan memberikan yang terbaik untuk Arema," tutur Robi.

"Tentunya saya akan memberikan lebih dari 100 persen," imbuhnya.

Di samping Persib, Robi pun menaruh atensi terhadap dua kompetitor Arema FC lainnya di Grup A, yakni Tampines Rovers dan DPMM FC. 

Menurutnya, beradu taktik dengan kesebelasan luar negeri bakal menyuguhkan impresi yang berbeda karena masing-masing tim dibekali kultur serta identitas permainan yang beraneka ragam.

"Ketika bertemu tim luar, tentu berbeda, baik dari kultur maupun cara bermain. Di situ kami bisa melihat sisi positifnya," ujar Robi.

Pilar berusia 22 tahun ini menaruh harapan agar Arema FC dapat memetik hikmah berharga dari setiap pertandingan yang dilalui. 

Ia menilai, keunggulan yang dipertontonkan oleh kubu lawan dapat dijadikan bahan koreksi bagi tim untuk membenahi dan mendongkrak kualitas performa pada laga-laga selanjutnya.

"Nanti kalau ada hal bagus dari tim lawan, itu bisa menjadi pelajaran bagi kami. Semuanya bisa menjadi bahan evaluasi, mana yang bagus dan mana yang tidak untuk pertandingan-pertandingan berikutnya," katanya.

Sebagai representasi pemain muda yang baru merapat, Robi pun memposisikan Piala Presiden sebagai batu loncatan demi mematangkan kesiapan diri menatap musim kompetisi 2026-2027. 

Ia berambisi memanfaatkan kompetisi ini guna mengulik Arema FC secara lebih mendalam, baik dari aspek teknis di lapangan maupun lingkungan internal tim.

"Sebagai pemain muda, ini menjadi ajang adaptasi. Saya juga pemain baru dan harus lebih banyak mengetahui tentang tim ini, baik di dalam maupun di luar lapangan," pungkas Robi.

Terkini