JAKARTA - Agenda turnamen pramusim bertajuk Piala Presiden 2026 dijadwalkan mulai resmi bergulir pada hari Sabtu (25/7/2026) sore mendatang. Ajang pemanasan pramusim yang sarat gengsi ini dipastikan bakal mempertemukan sederet klub raksasa sepak bola Indonesia dalam kancah persaingan yang diprediksi berlangsung panas sejak fase penyisihan grup.
Sebanyak delapan kesebelasan dipastikan ambil bagian dalam perhelatan Piala Presiden edisi kedelapan ini. Lima di antaranya merupakan wakil dari dalam negeri, yakni Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Persib Bandung, Arema FC, serta PSMS Medan.
Baca juga: Perancis Vs Inggris: Deschamps Bidik Perpisahan Indah Bersama Les Bleus
Sementara itu, tiga slot kontestan tersisa diisi oleh tim-tim undangan yang berasal dari kawasan Asia Tenggara, masing-masing adalah Tampines Rovers (Singapura), DPMM FC (Brunei Darussalam), serta sang juara bertahan Port FC (Thailand).
Bagi penjaga gawang andalan Persebaya Surabaya, Ernando Ari Sutaryadi, kehadiran klub-klub yang memiliki catatan sejarah rivalitas panjang justru bertindak sebagai pemantik motivasi tambahan untuk mengerahkan kemampuan terbaiknya bersama tim.
“Seru dong itu, kalau rivalitas kan pasti kami sudah biasa melewati. Apalagi Persija-Persib Bandung, terus Arema-Persebaya, itu salah satu semangat pribadi buat pemain dan juga klub. Pasti ada tambah-tambahan lagi performa buat kami juga,” ujar penjaga gawang asal Semarang tersebut.
Refleksi Apa yang Bisa Dipetik Indonesia dari Piala Dunia?
Baca juga: Herdman Sebut Ujian Terberat Timnas Indonesia di Piala AFF
Selama ini, turnamen Piala Presiden tidak sekadar berfungsi sebagai panggung pemanasan fisik sebelum kompetisi liga kasta tertinggi sepak bola tanah air resmi dimulai. Ajang ini terbukti konsisten menyajikan atmosfer pertandingan yang berbeda lantaran mempertemukan klub-klub yang diwarnai tensi rivalitas tinggi.
Menurut pandangan Ernando, dinamika persaingan antar-klub besar tersebut otomatis mendongkrak tingkat gengsi Piala Presiden ke level yang lebih tinggi. Para pemain pun secara otomatis memiliki dorongan psikologis tersendiri guna memamerkan performa puncak kendati status turnamen ini masih sebatas pramusim.
“Mungkin dengan adanya target-target pribadi yang ada di Piala Presiden ini, mungkin persaingannya lebih ketat juga dan jadi bergengsi Piala Presiden kali ini,” kata Ernando Ari.
Baca juga: Pemain Asing Persebaya Disorot, Bernardo Tavares: Mereka Masih Beradaptasi
Tak Gentar hadapi tekanan di kandang Klub Persebaya Surabaya sendiri tergabung ke dalam peta persaingan Grup B Piala Presiden bersanding dengan Persija Jakarta, PSMS Medan, serta wakil Thailand Port FC, di mana seluruh laga grup tersebut dipusatkan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Stadion kebanggaan tersebut sangat masyhur dengan atmosfer dukungan suporter fanatik Persebaya yang terkenal sangat masif. Oleh karena itu, turun bertanding di hadapan puluhan ribu Bonek dan Bonita tentu menghadirkan ekspektasi tekanan psikologis yang tidak kecil.
Meskipun demikian, sang kiper menyikapi beban tekanan tersebut secara positif sebagai bagian mutlak dari konsekuensi profesional seorang atlet sepak bola.
Lihat Foto Pemain asing baru Persebaya Surabaya Miguel Pereira saat laga uji coba 99th Anniversary Game melawan PSIS Semarang yang berakhir dengan skor 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Minggu (19/7/2026) sore.
Baca juga: Spanyol Vs Argentina: Lionel Scaloni Berharap Bisa Kunci Lamine Yamal di Kamarnya
Ia menegaskan secara tegas bahwa seluruh elemen pemain memegang tekad bulat untuk selalu mempersembahkan penampilan impresif dalam setiap partai pertandingan, sebagai wujud tahapan persiapan menuju bergulirnya kompetisi utama Super League 2026-2027.
“Kami pasti ingin memberikan yang terbaik setiap musim per musim. Kami sedang mempersiapkan apapun itu untuk target yang lebih,” kata mantan penjaga gawang timnas Indonesia itu.
“Saya percaya kepada pelatih, pelatih juga percaya kepada pemain, terus pemain percaya kepada stakeholder yang ada di tim, manajemen juga percaya pada kami,” sambungnya.
Penyelenggaraan Piala Presiden 2026 ini praktis menjelma sebagai momentum bersejarah yang amat krusial bagi kubu Persebaya yang tengah bersiap menyambut perayaan usia satu abad klub.
Di sisi lain, rival abadi mereka, Persija Jakarta, turut mengusung misi ambisius serupa untuk merengkuh trofi juara bertepatan dengan tahun peringatan seratus tahun usia kesebelasan berjuluk Macan Kemayoran tersebut.