Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Pusat Riset Perkebunan PTPN I

Jumat, 24 Juli 2026 | 23:38:32 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I (Persero) resmi ditunjuk menjadi pusat riset dan pengembangan bibit unggul perkebunan nasional di Kabupaten Lampung Selatan. 

Langkah ini terwujud berkat kolaborasi erat antara kementerian, lembaga riset, perguruan tinggi, pemerintah daerah, hingga mitra strategis. 

Penetapan ini dikukuhkan lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Riset dan Teknologi Pengembangan Tanaman Perkebunan Unggulan di wilayah tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan di Lampung Selatan, Jumat, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen kuat memajukan sektor perkebunan. 

Upaya ini dilakukan lewat pengembangan bibit berkualitas tinggi serta hilirisasi komoditas strategis demi mendongkrak produktivitas sekaligus taraf hidup petani.

“PTPN I dipersiapkan menjadi pusat riset dan pengembangan bibit unggul perkebunan nasional. Kementerian Pertanian menyiapkan bibit, BRIN dan perguruan tinggi melaksanakan riset, sedangkan PTPN I menyediakan lahan sebagai lokasi pengembangan. Hasilnya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Zulkifli Hasan.

Ia memaparkan bahwa proyek ini dimulai dengan pengembangan kelapa hibrida, kakao unggul, serta kopi prioritas. Varietas-varietas ini diharapkan menghasilkan tanaman bermutu tinggi yang memperkokoh posisi komoditas perkebunan domestik di pasar global. 

Tidak hanya itu, area riset ini nantinya bakal disulap secara bertahap menjadi kawasan agrowisata terpadu berbasis perkebunan dan pesisir lewat kerja sama dengan InJourney serta sokongan perbankan demi memacu ekonomi daerah.

Dalam pembagian tugas kerja sama, PTPN I berperan menyediakan lahan untuk keperluan riset, pemuliaan tanaman, uji budi daya, hingga pembangunan kebun induk bibit. 

Di sisi lain, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama perguruan tinggi berfokus pada jalannya penelitian dan penerapan teknologi. 

Kementerian Pertanian mengambil peran dalam penyediaan dan sertifikasi bibit berkualitas, sedangkan InJourney bersama pihak perbankan menyokong pengembangan area beserta anggarannya.

Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras menyatakan bahwa sinergi multisektor merupakan fondasi utama dalam menciptakan ekosistem inovasi perkebunan nasional yang memberikan dampak konkret bagi publik.

“PTPN I berkomitmen memastikan hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi diimplementasikan menjadi bibit unggul yang mampu meningkatkan produktivitas perkebunan, memperkuat daya saing komoditas nasional, dan memberikan manfaat nyata bagi petani serta masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perubahan di sektor perkebunan wajib ditopang oleh inovasi, teknologi, dan riset agar mampu melahirkan varietas unggul yang tahan terhadap perubahan iklim. Hal tersebut sekaligus mendukung produktivitas serta keberlanjutan industri perkebunan di tanah air.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kasan memandang penandatanganan kemitraan ini sebagai fondasi awal dalam mendirikan pusat riset perkebunan nasional yang terpadu. 

Ia menyebutkan bahwa tolok ukur kesuksesan program ini terletak pada penerapan langsung di lapangan serta kemampuan memproduksi bibit unggul yang bisa dipakai secara luas oleh masyarakat.

Bagi PTPN I sendiri, kerja sama ini merupakan bagian penting dari strategi transformasi korporasi. Strategi tersebut memposisikan inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi sebagai motor utama dalam menciptakan nilai tambah.

Melalui keterpaduan seluruh pemangku kepentingan, PTPN I merasa optimistis bahwa pusat riset bibit unggul di Lampung Selatan ini bisa menjadi barometer nasional dalam penyediaan bahan tanam bermutu. 

Proyek ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, menaikkan taraf hidup petani, serta menyokong daya saing perkebunan Indonesia di kancah internasional.

Terkini