ADCP Prioritaskan Proyek Strategis demi Percepat Arus Kas

Jumat, 24 Juli 2026 | 23:32:02 WIB
ADCP Ungkap Strategi Selesaikan Proyek LRT City di Tengah Likuiditas [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Adhi Commuter Properti Tbk. (ADCP) memberlakukan kebijakan prioritas pengerjaan proyek demi mengakselerasi penuntasan konstruksi di tengah kondisi likuiditas yang terbatas. 

Direktur Keuangan ADCP Achmad Wachid Abdullah mengemukakan bahwa situasi arus kas perseroan yang belum berada di titik optimal mengakibatkan perusahaan belum mampu memenuhi kebutuhan pendanaan untuk seluruh proyek secara bersamaan. 

Oleh karenanya, ADCP mendahulukan proyek-proyek yang dinilai paling krusial serta mempunyai daya dorong tinggi dalam mempercepat masuknya arus kas.

"Kondisi arus kas Perseroan yang belum sepenuhnya optimal, sebagai dampak dari serapan penjualan yang belum sesuai dengan target rencana, menyebabkan ADCP belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan pendanaan untuk penyelesaian proyek-proyek secara bersamaan," ujar Achmad dalam keterbukaan informasi, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, kendala likuiditas tersebut membawa pengaruh langsung terhadap laju pembangunan di lapangan. Guna menyikapinya, perseroan melakukan penyesuaian langkah dengan memprioritaskan proyek yang mendesak dari segi pemenuhan komitmen kepada pembeli maupun proyek yang berpotensi mempercepat perolehan dana kas. 

Di samping mengatur urutan pengerjaan, ADCP memperketat pengawasan kas lewat penerapan skema cash-based budgeting. Perusahaan hanya menyalurkan anggaran ke proyek dengan tingkat penjualan tinggi serta aktivitas operasional yang langsung menyumbang pemasukan kas.

BACA JUGA Alasan Pefindo Turunkan Peringkat BUMN PTPP, Perumnas dan ADCP Minta Maaf Proyek Apartemen LRT City Terlambat, ADCP Janji Selesaikan Bertahap Heboh! Proyek LRT City Dituding Mangkrak, Adhi Commuter (ADCP) Buka Suara

Achmad memaparkan bahwa perseroan turut mempercepat penjualan unit siap huni (ready stock), menguangkan aset noninti beserta lahan cadangan yang belum tergarap, serta merundingkan penjadwalan ulang kewajiban bersama para kreditur demi mempertahankan kecukupan modal kerja. 

Di sisi lain, ADCP menggandeng institusi perbankan serta memanfaatkan kolaborasi penjualan via Danantara agar konversi persediaan menjadi kas berjalan lebih cepat. Berkenaan dengan manajemen perseroan, ADCP mengedepankan model pembangunan yang berpatokan pada permintaan pasar serta unit yang telah mengantongi komitmen prapenjualan (pre-sales).

 Perusahaan menetapkan bahwa konstruksi apartemen bertingkat baru akan dimulai jika pencapaian prapenjualan menyentuh minimal 40%, sementara pengerjaan struktur atas baru dijalankan saat prapenjualan mencapai setidaknya 60%.

"Strategi tersebut ditempuh untuk menjaga arus kas sekaligus meminimalkan risiko penumpukan persediaan," imbuhnya.

ADCP juga tak menampik bahwa sejumlah proyek masih mengalami kelambatan akibat tingkat serapan pasar yang belum sesuai harapan. 

Contohnya pada proyek LRT City Cibubur, di mana perseroan kini tengah merancang model kemitraan bersama kontraktor turnkey agar proses pembangunan tetap bisa berjalan tanpa harus bertumpu sepenuhnya pada kas internal. 

Sementara itu, proyek-proyek seperti LRT City Bekasi Timur Green Avenue dan Oase Park masih menanti adanya pemulihan serapan pasar guna mencatatkan pendanaan yang memadai.

Progres proyek Adhi Commuter ADCP:

Adhi City Sentul: 87% (stagnan dari 2024, naik dari 81% pada 2023).

Adhi City Sentul 2: 0% (belum ada progres).

Cisauk Point: 60% (tetap dibandingkan 2024; turun dari 96% pada 2023 karena perubahan basis perhitungan dari Tower 1 ke Tower 2, bukan akibat perlambatan pembangunan).

LRT City Bekasi Eastern Green: 100% sejak 2023, namun serah terima belum seluruhnya dilakukan karena proses pemecahan sertifikat induk dan keterbatasan likuiditas pada Tower Clove.

LRT City Bekasi Timur Green Avenue: 23% sejak 2022. Progres tertahan akibat serapan pasar yang belum optimal sehingga pendanaan belum memadai.

LRT City Cibubur: 26% sejak 2023. ADCP tengah mencari kontraktor turnkey untuk mempercepat pembangunan karena arus kas internal belum mencukupi.

LRT City Ciracas (JO ACP–UJP): 70% (naik dari 39% pada 2023, stagnan dibandingkan 2024).

LRT City Jatibening (JO ACP–UJP): 98% (naik dari 90% pada 2023).

LRT City Sentul: 97% (naik dari 91% pada 2023).

LRT City Tebet: 62% (naik dari 37% pada 2023).

Oase Park: 8% sejak 2023. Proyek belum bergerak karena serapan pasar belum memadai.

PT Mega Graha Citra Perkasa: 50% (naik dari 30% pada 2023).

Estimasi waktu penyelesaian proyek Adhi Commuter (ADCP):

Adhi City Sentul: estimasi selesai 31 Desember 2026.

Cisauk Point (Tower 2): estimasi selesai 31 Desember 2027.

LRT City Bekasi Timur Green Avenue: estimasi selesai 31 Desember 2028.

LRT City Cibubur: estimasi selesai 31 Desember 2028.

LRT City Ciracas (JO ACP–UJP): estimasi selesai 31 Desember 2027.

LRT City Jatibening (JO ACP–UJP): estimasi selesai 31 Desember 2026.

LRT City Sentul: estimasi selesai 31 Desember 2026.

LRT City Tebet: estimasi selesai 31 Desember 2028.

Oase Park: estimasi selesai 31 Desember 2028.

PT Mega Graha Citra Perkasa: estimasi selesai 31 Desember 2027.

Terkini