Dukung PAG, Indonesia Raih Peringkat 1 Pasar LNG Re-Export Dunia

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:31:32 WIB
PAG Bawa RI Jadi Pasar Re-Ekspor LNG Terbesar Dunia [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Perta Arun Gas (PAG) sebagai bagian dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mencatatkan diri sebagai satu-satunya entitas yang berperan penting mengantarkan Indonesia menduduki posisi puncak sebagai Pasar Pemuatan Re-Ekspor LNG Terbesar di tingkat internasional.

President Director PAG, Yan Syukharial, mengemukakan bahwa pencapaian gemilang ini terwujud seiring langkah strategis menjadikan lini bisnis LNG hub sebagai salah satu pilar utama perusahaan.

"Terminal Arun berstatus pusat logistik berikat (PLB) LNG, yang pertama dan satu-satunya di Indonesia serta telah tumbuh menjadi pusat LNG hub baru di wilayah Asia," ujarnya, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Keberhasilan luar biasa ini termuat secara resmi dalam publikasi tahunan International Gas Union (IGU) World LNG Report edisi 2026 yang dirilis lewat portal resminya pada awal Juli 2026.

Merujuk pada laporan tersebut, Indonesia menempati posisi nomor satu global dengan total volume muatan LNG menyentuh angka 0,85 juta ton, atau menguasai pangsa pasar internasional sebesar 17,3 persen.

Fasilitas Terminal Arun yang dikelola secara langsung oleh PAG selaku afiliasi Subholding Gas Pertamina terbukti memberikan sumbangsih besar dalam mendongkrak posisi tawar Indonesia di atas negara-negara besar lainnya.

Sebelumnya, pada Agustus 2022 melalui lembaga riset dan penyedia data energi internasional terkemuka IHS Markit, PAG juga sempat dianugerahi predikat terminal reloading LNG teraktif di kancah global.

Konsistensi perusahaan untuk terus menjadi operator berkinerja unggul, penuh kehati-hatian, berpengalaman dalam tata kelola kilang, serta menjunjung tinggi standar kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE) demi terciptanya atmosfer kerja yang aman menjadi fondasi vital di balik pencapaian tersebut.

Ditunjang oleh letak geografis wilayah kerja yang amat strategis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Aceh, proses penerimaan maupun distribusi pasokan LNG secara global dapat berjalan lebih mudah.

Menurut Yan, PAG senantiasa berkomitmen memperkuat ketahanan energi di tingkat nasional lewat pengelolaan infrastruktur LNG yang handal, aman, serta berkesinambungan.

"Sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar LNG global," ujarnya.

Sepanjang kurun waktu 2025, PAG sukses menuntaskan 49 agenda operasional yang mencakup 27 sesi unloading, 11 sesi reloading, serta 11 sesi gassing up & cooling down (GUCD).

Realisasi volume unloading sendiri mencapai 1.499.085,17 m3 dengan akumulasi energi sebesar 34.806.990 MMBTU, reloading sejumlah 1.162.429,49 m3 dengan besaran energi 27.016.005 MMBTU, serta GUCD sebesar 176.847,75 m3 dengan energi 4.107.643 MMBTU.

Sepanjang tahun 2025 pula, PAG berhasil meraup total pendapatan hingga menyentuh angka 105 juta dolar AS.

Perusahaan yang baru menginjak usia 13 tahun ini turut membukukan laba bersih senilai USD 25,1 juta.

"Kinerja ini juga membuktikan bahwa upaya perusahaan secara berkelanjutan dalam meningkatkan pertumbuhan perusahaan secara positif di tengah tantangan yang ada," ujar Yan.

Yan menambahkan, capaian membanggakan ini berhasil diraih berkat berbagai keunggulan strategis yang dimiliki korporasi.

Selain berstatus operator tunggal PLB LNG di tanah air, kedekatan letak Terminal Arun dengan pusat-pusat pasar LNG di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara turut menjadi nilai tambah tersendiri.

"Apalagi PAG juga didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan adaptif," ujarnya.

Yan turut menggarisbawahi bahwa PAG di bawah naungan Subholding Gas Pertamina akan terus fokus menjaga konsistensi dalam meningkatkan keandalan kilang operasional berdasarkan prinsip environmental, social, and governance (ESG).

"Kami juga akan barengi dengan inovasi yang berkelanjutan dalam mendukung ketahanan energi nasional," tutupnya.

Terkini