Pertamina Salurkan Lifting Perdana B50 Sebanyak 12.830 KL

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13:31 WIB
Pertamina Mulai Distribusi B50, Lifting Perdana Tembus 12.830 KL [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Pertamina Patra Niaga secara resmi mulai menjalankan pelaksanaan program nasional penggunaan biodiesel 50 (B50) yang ditandai dengan kegiatan lifting atau pengiriman perdana dengan total volume mencapai 12.830 kiloliter (kl) yang bersumber dari dua fasilitas kilang perusahaan. 

Kebijakan operasional tersebut dijalankan sebagai bentuk tindak lanjut pasca peluncuran implementasi nasional program B50 oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 9 Juli 2026 lalu. Program strategis ini mengombinasikan unsur 50% Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang bersumber dari minyak kelapa sawit dengan 50% komposisi minyak solar.

Pihak Pertamina Patra Niaga mencatat bahwa pelaksanaan lifting perdana B50 ini dieksekusi dari Kilang Kasim pada tanggal 18 Juli 2026, yang kemudian dilanjutkan dari Kilang Plaju pada tanggal 22 Juli 2026. Rangkaian pengiriman ini sekaligus bertindak sebagai tonggak permulaan dimulainya proses distribusi B50 ke berbagai wilayah di penjuru Indonesia.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menerangkan bahwa dalam agenda pengiriman perdana tersebut, Kilang Kasim sukses menyalurkan sebanyak 4.600 kiloliter bahan bakar B50 ke kapal MT Krasak. Di sisi lain, Kilang Plaju mengirimkan pasokan B50 sebesar 8.230 kiloliter menuju Integrated Terminal Palembang. 

Berkelanjutan dari tahapan itu, seluruh pasokan tersebut nantinya akan segera disalurkan menuju jaringan SPBU yang berada di kawasan wilayah Indonesia Bagian Barat serta Indonesia Bagian Timur agar masyarakat luas dapat segera memanfaatkannya.

Kitty menyampaikan bahwa pengiriman perdana ini merepresentasikan bukti nyata kesiapan perusahaan dalam mendukung dan mengamankan pelaksanaan program pemerintah di sektor energi.

"Lifting perdana B50 oleh Kilang Kasim dan Kilang Plaju merupakan salah satu milestone penting yang menandai langkah nyata Pertamina Patra Niaga dalam memperkuat kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan energi nasional khususnya melalui implementasi B50 yang dicanangkan pemerintah," ujar Kitty dikutip dari keterangan resmi, Jumat (224/7/2026).

Lebih lanjut, Kitty memaparkan bahwa penerapan program B50 ini telah didahului oleh serangkaian persiapan matang guna menjamin standar kualitas produk serta keandalan rantai pasok. Pihak perseroan memastikan kesiapan penuh pada aspek fasilitas infrastruktur produksi, jaringan jalur distribusi, sistem pengendalian mutu, hingga terpenuhinya standar keselamatan operasional yang ketat.

Ia menjelaskan bahwa tahapan proses pencampuran bahan bakar solar bersama FAME dijalankan secara bertahap hingga sukses mencapai komposisi persentase yang dipersyaratkan. Selepas proses blending tersebut rampung, produk B50 wajib melalui serangkaian pengujian laboratorium guna memastikan spesifikasi serta kualitas mutunya telah selaras dengan ketentuan baku dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebelum akhirnya dikirimkan menuju Fuel Terminal dan diteruskan pendistribusiannya ke SPBU.

Kitty menambahkan bahwa implementasi program B50 ini tidak hanya diproyeksikan mampu memperkokoh ketahanan energi nasional semata, melainkan turut mendatangkan dampak ikutan di sektor perekonomian yang jauh lebih luas.

"Program ini juga diharapkan mampu berkontribusi untuk pengurangan emisi gas rumah kaca, serta menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak," ujarnya.

Menurut pandangannya, peningkatan volume pemanfaatan B50 ini juga menyimpan potensi besar dalam memberikan multiplier effect terhadap roda perekonomian nasional melalui dorongan peningkatan penyerapan bahan baku di dalam negeri, sekaligus memberikan sokongan nyata bagi penghematan devisa negara lewat pengurangan kuota impor komoditas solar.

Terkini