Akad KUR Perumahan Rp880 Miliar di Jateng Didominasi Sisi Demand

Jumat, 24 Juli 2026 | 19:40:31 WIB
Kemen PKP: Akad KUR Perumahan Rp880 M di Jateng Didominasi Demand [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengemukakan bahwa agenda pelaksanaan Akad Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar yang berlokasi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada tanggal 30 Juli 2026 mendatang, didominasi oleh para debitur yang berasal dari sisi permintaan (demand).

"Dari Rp880 miliar ini, kalau dari data kami ini sebagian besar dari sisi demand daripada suplai (supply). Sebanyak 6.873 debitur dari sisi demand sedangkan dari suplainya itu 227 debitur," ujar Kepala Sub Direktorat (Subdit) Pembiayaan Perumahan Kementerian PKP Achmad Purwo Hardjanto dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Menurut penjelasannya, alasan mengapa jumlah debitur dari sisi permintaan jauh lebih mendominasi ketimbang sisi penyedia adalah karena besaran nominal kredit yang diajukan dari sisi demand cenderung jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan sisi supply.

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) kembali mengagendakan penyelenggaraan kegiatan Akad Massal KPR Sejahtera FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) beserta Serah Terima Kunci serta Akad KUR Perumahan sebesar Rp880 miliar bersama Presiden RI yang bertempat di Kabupaten Batang, Jateng, pada hari Kamis (30/7).

Pada kesempatan kali ini, dengan menerapkan konsep acara yang serupa, agenda akad massal tersebut kembali dihelat dengan skala yang jauh lebih masif serta mengusung tema anyar, yakni kegiatan akad massal sekaligus penyerahan kunci bagi 62.000 unit KPR Rumah Subsidi serta penyaluran KUR Perumahan senilai Rp880 Miliar.

Berkenaan dengan pelaksanaan Akad KUR Perumahan sebesar Rp880 miliar tersebut, jumlah total peserta yang mengikuti akad mencapai 7.100 debitur, dengan rincian yang terdiri atas kelompok sisi permintaan (demand) sebanyak 6.873 debitur serta kelompok sisi penyedia (supply) sebanyak 227 debitur. Dari keseluruhan jumlah tersebut, sebanyak 200 debitur dihadirkan secara langsung tatap muka di lokasi acara guna menjalankan prosesi akad.

Dari masing-masing kategori peserta akad tersebut, sebanyak 10 peserta dari masing-masing program, baik KPR Subsidi maupun KUR Perumahan, dipastikan bakal menerima penyerahan kunci secara simbolis langsung dari Presiden.

Para calon debitur KPR Subsidi yang terpilih menerima kunci simbolis tersebut datang dari beragam latar belakang profesi, baik yang berstatus sebagai pekerja dengan penghasilan tetap maupun penghasilan tidak tetap (nonfix income), yang meliputi profesi Pengemudi Ojek Online, Pemuka Agama, Asisten Rumah Tangga, Guru, Perawat, Anggota TNI & Polri, hingga Penjual Jamu.

Sementara itu, untuk para penerima manfaat dari program KUR Perumahan berasal dari kalangan perseorangan maupun dari sektor pelaku usaha.

Terkini