Stok Pangan Aman Hadapi Kemarau, Zulhas Sebut Ada 5 Juta Ton Beras

Jumat, 24 Juli 2026 | 19:26:02 WIB
Zulhas Pastikan Ketersediaan Stok Pangan Aman Hadapi Kemarau [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memberikan jaminan bahwa ketersediaan cadangan pangan nasional berada dalam status aman serta memadai untuk menghadapi periode musim kemarau, mengingat pihak pemerintah sudah merumuskan serangkaian strategi demi memastikan pasokan beras beserta komoditas pangan penting lainnya senantiasa tercukupi.

“Sekarang masih ada hujan, kan kami siap. Jadi kalau pangan aman, tidak usah khawatir. Stok kami ada 5 juta ton beras lebih. Terus kami punya telur ayam. Bahkan tahun ini dan tahun depan, kami akan berusaha keras untuk menaikkan nilai tukar nelayan,” kata Zulhas di Bandung, Jawa Barat, Jumat.

Berdasarkan pandangannya, jajaran pemerintah turut konsisten memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai komponen penting dalam kerangka mengatrol taraf kesejahteraan warga di kawasan pesisir, yang salah satunya diwujudkan lewat pendirian program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Zulkifli mengemukakan bahwa KNMP difungsikan sebagai salah satu instrumen kebijakan pemerintah guna mendongkrak nilai tukar nelayan lewat pembenahan sarana dan prasarana perikanan, sehingga daya tawar terhadap hasil tangkapan mereka dapat semakin meningkat.

“Kami akan bangun 40 ribu desa untuk ikan tematik. Setiap desa itu anggarannya Rp1,2 miliar. Sehingga tahun depan saya kira nilai tukar nelayan ikan itu akan naik,” ujarnya.

Ia mematok target agar angka nilai tukar nelayan yang pada saat ini masih bertengger di kisaran level 103 mampu terdongkrak hingga mencapai angka sekitar 120 pada tahun berikutnya melalui implementasi berbagai program pemberdayaan nelayan.

“Yang paling rendah sekarang nelayan masih 103. Tahun depan kami akan berupaya agar pendapatannya kira-kira sampai 120,” katanya.

Zulhas memaparkan bahwa pihak pemerintah menggenjot percepatan realisasi pembangunan KNMP melalui sinergi program antarkementerian serta lembaga agar dampak positifnya lekas dirasakan oleh kalangan masyarakat nelayan.

“Kalau fasilitas tersedia, nelayan tidak lagi dipaksa menjual ikan dengan harga murah. Posisi tawar meningkat, pendapatan naik dan kesejahteraan ikut terdongkrak,” kata Zulhas.

Terkini