Prabowo Pimpin Rapat Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

Jumat, 24 Juli 2026 | 18:52:49 WIB
AHY: Prabowo Bahas Dampak Perang Timur Tengah dan Energi [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengemukakan bahwa Presiden Prabowo Subianto memimpin jalannya rapat terbatas (ratas) guna mendiskusikan langkah-langkah pencegahan atas dinamika situasi global, mencakup pula kemungkinan imbas dari konflik yang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah terhadap ketersediaan energi serta perekonomian di Indonesia.

AHY menyampaikan bahwa agenda rapat yang diselenggarakan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Kamis (23/7/2026) tersebut dihadiri oleh jajaran menteri koordinator, menteri teknis, serta unsur pimpinan dari TNI, Polri, dan Kejaksaan. 

"Intinya baru saja kami mengikuti rapat terbatas yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto, menghadirkan para menko dan para menteri teknis, termasuk jajaran pimpinan TNI, Polri, dan Kejaksaan," ujar AHY kepada wartawan usai rapat.

Berdasarkan keterangan AHY, salah satu titik berat pembahasan menitikberatkan pada upaya memproyeksikan perkembangan situasi internasional serta merumuskan langkah mitigasi seandainya krisis di Timur Tengah memakan waktu lebih panjang. "Intinya kami membahas dan sekaligus melakukan prediksi terhadap perkembangan situasi dunia, termasuk mengantisipasi jika perang berlarut di Timur Tengah sehingga berpengaruh pada pasokan energi dunia, berpengaruh pada harga minyak," katanya.

Demi menghadapi potensi ancaman tersebut, pihak pemerintah memandang penguatan aspek ketahanan energi nasional sebagai prioritas utama, yang ditempuh melalui langkah diversifikasi sumber energi serta akselerasi penerapan biodiesel. "Tentunya mengharuskan kami untuk memiliki ketahanan energi (energy security), termasuk di antaranya adalah diversifikasi dan adopsi B50," ujar AHY.

Di samping sektor energi, jajaran pemerintah turut mengkaji langkah-langkah perlindungan sektor ketahanan pangan agar terhindar dari hantaman turbulensi global. "Termasuk tentunya kami berharap tidak terlalu berpengaruh pada fokus pembangunan kami di sektor pangan," katanya.

Berkenaan dengan lingkup kementeriannya, AHY menegaskan bahwa sektor infrastruktur bakal difokuskan guna menopang seluruh program prioritas yang dicanangkan pemerintah. "Kalau kami dari sisi infrastruktur, tentunya ingin mendukung agar apa yang menjadi prioritas negara juga dapat kami support dengan baik secara infrastruktur dan konektivitas," ujarnya.

AHY menambahkan bahwa materi bahasan dalam rapat tidak sekadar berfokus pada persoalan energi dan pangan, melainkan mencakup pula beragam kebijakan di bidang ekonomi yang diarahkan untuk menjaga ketahanan daya beli masyarakat di tengah situasi ketidakpastian global. 

"Selebihnya tadi banyak hal yang didiskusikan, tetapi pada umumnya tentang ekonomi dan bagaimana pemerintah bisa terus hadir melalui kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat untuk membantu masyarakat kami yang membutuhkan, dan menyiapkan berbagai kebijakan yang lebih menyederhanakan lagi," katanya.

Penyelenggaraan rapat terbatas itu merupakan rangkaian inisiatif pemerintah guna meredam imbas negatif dari gejolak global terhadap stabilitas ekonomi domestik, terutama yang menyangkut keandalan pasokan energi, fluktuasi harga minyak internasional, ketahanan sektor pangan, serta kesinambungan program-program prioritas negara.

Terkini