JAKARTA — PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) tetap mampu mempertahankan pertumbuhan penjualan di toko yang sama atau same store sales growth (SSSG) yang positif, meskipun ada proyeksi terjadinya normalisasi setelah momen Ramadan dan Idulfitri usai.
Mengacu pada data Stockbit, SSSG ERAA stabil di angka 7,2% selama periode Januari–Mei 2026. Catatan ini menjadi indikator positif bagi bisnis emiten ritel tersebut, setelah sebelumnya mencetak lonjakan SSSG yang masif sebesar 27,5% secara tahunan (year-on-year) pada kuartal I/2026.
Pihak manajemen sendiri memang sudah mengantisipasi adanya perlambatan pertumbuhan pada kuartal II/2026 karena berakhirnya musim puncak perayaan hari raya.
Head of Legal Counsel & Corporate Affair Erajaya Group Amelia Allen mengungkapkan bahwa taktik perseroan untuk paruh kedua tahun 2026 akan lebih fokus, selektif, serta terukur demi merespons situasi ekonomi global saat ini.
Ia menjelaskan bahwa langkah ekspansi seperti pembukaan toko baru, penambahan portofolio merek, hingga perluasan jaringan bisnis akan melewati proses seleksi yang jauh lebih ketat.
Walaupun tetap menaruh rasa optimis terhadap prospek bisnis ke depan, ERAA memilih untuk tetap mengutamakan aspek kehati-hatian.
“Pertumbuhan perusahaan ke depan tidak hanya bergantung pada penambahan gerai baru, tapi juga pada peningkatan produktivitas dari jaringan yang sudah berjalan, sambil terus menjaga disiplin biaya dan efisiensi operasional,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Jika ditinjau secara mendalam, bertumbuhnya SSSG ERAA hingga Mei 2026 disokong oleh tingginya minat pasar terhadap produk-produk flagship, khususnya gawai buatan Apple.
Permintaan pasar untuk tipe iPhone 17 Pro Max dilaporkan masih sangat kuat. Perseroan juga menerapkan strategi front loaded inventory buffer atau penyediaan stok lebih awal guna memitigasi efek pelemahan nilai tukar rupiah terhadap biaya impor.
Di samping itu, berbagai program promosi disiapkan oleh ERAA untuk menyiasati dinamika daya beli masyarakat agar volume penjualan tetap terjaga.
Langkah pengamanan performa SSSG ini turut dibarengi dengan penguatan portofolio produk dari berbagai lini usaha ritel mereka, meliputi sektor digital, elektronik, gaya hidup aktif, hingga bidang kuliner (F&B).
Manajemen menilai langkah diversifikasi kategori produk dan merek ini krusial agar tidak bertumpu pada satu lini bisnis saja. Taktik ini juga diharapkan mampu meningkatkan loyalitas konsumen sekaligus memicu siklus belanja berulang (repeat purchase cycle).
Di sisi lain, entitas anak usaha ERAA yang bergerak pada sektor produk aktif dan gaya hidup, PT Erajaya Active Lifestyle Tbk (ERAL), ikut membukukan raport yang impresif.
Angka SSSG ERAL sukses menembus 10,8% sepanjang Januari–Mei 2026, yang berarti konsisten melanjutkan tren pertumbuhan dua digit.
Capaian apik ini didorong oleh performa kategori gaya hidup aktif (active lifestyle). Sebagai perbandingan, SSSG ERAL pada kuartal I/2026 bertengger di level 20,1%, dengan pendorong utama datang dari performa jaringan ritel Urban Republic serta JD Sports.
Guna memastikan pertumbuhan SSSG dapat terjaga sepanjang tahun ini, ERAA konsisten berfokus memperkuat portofolio produk unggulan di berbagai pilar bisnisnya.
Strategi ini mencakup segmen digital, elektronik, gaya hidup aktif, hingga makanan dan minuman (F&B). Perseroan pun tetap memanfaatkan skema promosi berkala demi mengamankan volume penjualan di tengah fluktuasi daya beli konsumen.
Pola ini diproyeksikan bisa mendongkrak retensi konsumen dan mendorong transaksi kembali.
“Diversifikasi kategori dan brand ini membuat pertumbuhan kami tidak bergantung pada satu segmen saja, sekaligus mendorong loyalitas dan repeat purchase cycle dari pelanggan,” jelasnya.
Sebelumnya, Direktur ERAA Patrick Adhiatmadja menuturkan bahwa korporasi masih melihat ruang lebar untuk memperluas cakupan jaringan toko, terutama pada ceruk pasar perangkat seluler serta gaya hidup.
Pada lini bisnis Erajaya Digital, total toko meningkat dari 1.808 unit menjadi 1.859 unit per akhir kuartal I/2026. Penambahan bersih sebanyak 51 gerai tersebut merupakan hasil dari pembukaan 68 toko baru dikurangi penutupan 17 toko.
Sementara itu, jaringan gerai Erajaya Active Lifestyle meningkat dari 205 unit menjadi 219 unit, dengan penambahan bersih 14 gerai yang berasal dari pembukaan 18 toko baru dan penutupan 4 toko.
Ke depannya, perseroan membidik ekspansi sekitar 50–60 gerai baru setiap tahunnya dengan seleksi ketat untuk merek-merek baru yang masuk.
Realisasi kinerja operasional yang solid tersebut tercermin langsung pada laporan keuangan ERAA di kuartal I/2026.
Pendapatan bersih perusahaan melesat hingga Rp22,41 triliun pada kuartal I/2026, atau melompat sebesar 41,1% secara tahunan jika disandingkan dengan perolehan Rp15,88 triliun pada periode yang sama di tahun lalu.
Dari segi profitabilitas, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ikut melonjak tajam sebesar 122,7% secara tahunan menjadi Rp453 miliar, naik dari posisi Rp203 miar pada kuartal I/2025.