JAKARTA - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Pediatric Cardiology Update (PCU) XIV bersama dengan Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan XVI IDAI Sumut di Medan, yang bertepatan dengan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, ditujukan untuk memperkokoh pelayanan kesehatan jantung anak.
"Kegiatan itu penting, karena adanya kolaborasi dari ilmuwan dan klinis dalam menangani kompleksitas penyakit jantung bawaan pada anak," ujar Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso di Medan, Kamis (23/7/2026).
Piprim menjelaskan bahwa acara yang mengusung tema 'Dari Laboratorium ke Pelayanan Klinis: Manajemen Komprehensif untuk Masalah Jantung pada Anak' ini sangat sesuai dengan situasi kebutuhan medis di Indonesia.
Berdasarkan pandangannya, seluruh hasil penelitian serta perkembangan teknologi dari laboratorium harus bisa langsung diaplikasikan secara nyata dalam penanganan pasien di rumah sakit.
"Hal itu sebagai kunci untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit jantung pada anak," ucapnya.
Piprim, yang berkapasitas sebagai konsultan kardiologi anak, turut menggarisbawahi bahwa hambatan terbesar di tanah air saat ini ialah distribusi akses yang belum merata terhadap pelayanan kesehatan jantung anak bermutu.
"Dengan jumlah konsultan kardiologi anak yang masih terbatas, acara seperti PCU ini menjadi wadah vital untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan terkini, terutama dalam hal deteksi dini, tatalaksana kegawatdaruratan, dan intervensi berbasis bukti terbaru," ucapnya.
Sementara itu, Ketua IDAI Sumut Rizky Adriansyah menyampaikan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata dari dedikasi IDAI untuk mendongkrak kompetensi para dokter spesialis anak di areanya.
"Mulai dari peran pencitraan mutakhir seperti Cardiac CT dan MRI, hingga manajemen hipertensi pulmonal dan kegagalan jantung pada remaja," ucapnya.
Ia pun menegaskan bahwa hambatan di dunia medis tidak sekadar bertumpu pada tindakan klinis, melainkan juga menyangkut edukasi ke publik terkait preventif terhadap penyakit layaknya demam rematik yang berisiko merusak katup jantung.
Sebagai agenda penutup, rangkaian kegiatan ini bakal diteruskan dengan perayaan Puncak Hari Anak Nasional 2026 yang bertempat di Samosir, Sumatera Utara, pada 25 Juli 2026.
Acara yang mempertemukan para dokter dari wilayah Aceh hingga Papua ini menjadi representasi aksi sosial IDAI untuk publik, melalui pelaksanaan bakti sosial serta pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak di seputar kawasan Danau Toba.
Menurutnya, perhelatan tersebut bakal dihadiri oleh kurang lebih 200 dokter spesialis anak dengan target memberikan pelayanan medis kepada 600 anak, termasuk mendeteksi kasus penyakit jantung bawaan yang sejauh ini masih menjadi salah satu pemicu terbesar kematian bayi di Indonesia.