Wamentan Ajak Organisasi Tani Kolaborasi Perkuat Pangan RI

Rabu, 22 Juli 2026 | 00:14:01 WIB
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. (Foto: NET)

JAKARTA - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono meminta organisasi petani untuk mengintensifkan kolaborasi bersama pemerintah. Langkah ini diharapkan mampu memperkokoh kedaulatan pangan nasional sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani lewat pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.

"Kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan organisasi petani menjadi kunci percepatan swasembada pangan sekaligus peningkatan kesejahteraan petani," kata Wamentan dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Penegasan tersebut disampaikan oleh Sudaryono saat menghadiri Acara Sarasehan Membangun Jaringan Petani di Kantor BRMP Pusat, Kementerian Pertanian, Jakarta. 

Ia mengimbau seluruh organisasi tani di tanah air untuk mengambil peran aktif dan tidak sekadar menjadi penonton dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang pertanian.

Menurutnya, pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian yang sangat besar pada sektor pertanian. 

Oleh sebab itu, ia berharap semua organisasi tani ikut andil dalam mengawal sekaligus menyukseskan program-program pembangunan pertanian yang tengah digulirkan oleh Kementerian Pertanian.

"Kalau organisasi tani di era sekarang tidak ikut dalam program-program pertanian yang dijalankan pemerintah, tentu sayang sekali. Sekarang saatnya semua organisasi membangun komunikasi, aktif berkolaborasi, dan ikut mengawal pembangunan pertanian," ujar Sudaryono.

Wamentan menilai organisasi tani memegang posisi yang strategis sebagai penghubung antara pihak pemerintah dan para petani di lapangan. 

Melalui jalinan komunikasi yang intens, segala kebutuhan, kendala, hingga jalan keluar bagi masalah petani bisa cepat direspons sehingga program kerja pemerintah dapat lebih tepat sasaran.

Atas dasar itulah, Kementerian Pertanian terus membuka peluang kerja sama dengan segenap organisasi petani lewat forum dialog, seperti Sarasehan Membangun Jaringan Petani. 

Acara ini diproyeksikan menjadi sarana penguat sinergi, penyatuan visi, serta percepatan eksekusi program pembangunan sektor pertanian.

"Organisasi itu harus sering berkumpul, berdialog, mencari solusi bersama, saling membantu ketika ada persoalan, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun pertanian," tutur Sudaryono.

Sudaryono menambahkan bahwa semangat bekerja sama ini sangat krusial untuk mempertahankan tren positif di sektor pertanian nasional. 

Ia menjabarkan bahwa beragam capaian pemerintah, termasuk keberhasilan menggenjot produksi pangan dan mencetak swasembada beras pada 2025, merupakan buah dari kerja kolektif antara pemerintah, petani, penyuluh, akademisi, beserta seluruh pemangku kepentingan.

Di samping memacu produksi pangan, Wamentan pun menggarisbawahi pentingnya metode pemberdayaan masyarakat ketimbang hanya menggelontorkan bantuan. Ia berpendapat bahwa program pemerintah wajib menstimulasi lahirnya petani yang mandiri, produktif, dan kompetitif.

"Kami ingin masyarakat semakin mandiri. Karena itu pendekatan pemberdayaan jauh lebih penting sehingga masyarakat memiliki kemampuan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan," jelasnya.

Ia pun mengajak seluruh organisasi tani untuk terus memperluas jaringan yang kokoh dan memperbanyak ruang kolaborasi. Kementerian Pertanian ditegaskannya siap menjadi mitra strategis bagi semua organisasi dalam mengakselerasi pembangunan pertanian di Indonesia.

"Kalau kami bergerak bersama, membangun jaringan yang kuat, saya optimistis target swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani akan semakin cepat tercapai," kata Wamentan.

Terkini