BPBD Banten Ajak Gotong Royong Donasi Air Bersih Saat Kemarau

Rabu, 22 Juli 2026 | 23:27:32 WIB
Ilustrasi - Petugas BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, Banten mendistribusikan air bersih ke pelosok desa yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang. (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mengundang seluruh komponen masyarakat untuk saling bahu-membahu menolong warga yang mengalami kekeringan lewat program donasi penyaluran air bersih pada musim kemarau 2026. 

Imbauan ini dikeluarkan menyusul kian besarnya potensi krisis air bersih di sejumlah daerah seiring tibanya musim kemarau. 

Program ini diharapkan mampu menggerakkan beragam pihak, mulai dari publik secara luas, sektor usaha, BUMN, BUMD, organisasi masyarakat, komunitas, hingga perguruan tinggi serta para donatur.

Apa latar belakang ajakan donasi air bersih ini? Berdasarkan pemetaan yang dilakukan BPBD Provinsi Banten tahun 2026, ada 105 kecamatan dan 415 desa/kelurahan di tujuh kabupaten/kota yang berpotensi dilanda kekeringan. 

Daerah dengan potensi wilayah terdampak paling luas mencakup Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, serta Kabupaten Serang. 

Data ini memperlihatkan bahwa ancaman kekeringan tidak sekadar berskala lokal, melainkan menyebar luas dan berisiko mengganggu kehidupan warga secara bermakna.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujhidin, mengutarakan bahwa pemenuhan air bersih merupakan problem paling mendesak tatkala musim kemarau tiba. 

"Kekeringan menjadi tanggung jawab bersama. Kami mengajak semua pihak bergotong royong menyalurkan bantuan air bersih," kata Lutfi dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026). 

Ia menggarisbawahi bahwa partisipasi berbagai pihak sangat mendasar lantaran penanggulangan kekeringan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.

Mengapa air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak? Air bersih ialah kebutuhan pokok yang amat vital untuk rutinitas harian, mulai dari pemenuhan konsumsi sampai sarana sanitasi. 

Saat musim kemarau datang, pasokan air bersih kerap merosot tajam, terutama pada wilayah yang memiliki keterbatasan cadangan air. Lutfi mengimbuhkan, setiap sokongan air bersih yang dikirimkan bakal membawa dampak signifikan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan. 

"Setetes air menjadi harapan bagi warga yang terdampak," ujarnya.

Bagaimana peran masyarakat dalam menghadapi kekeringan? Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Banten, H. Asep Mulya, menitikberatkan bahwa langkah menyikapi kekeringan mesti diawali sejak awal dengan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. 

Menurut dia, aksi donasi air bersih bukan cuma ditargetkan untuk mencukupi kebutuhan pokok masyarakat, melainkan juga memupuk nilai gotong royong. 

"Air adalah sumber kehidupan. Setiap bantuan akan sangat berarti bagi warga yang membutuhkan," ujar Asep. 

Ia pun meminta bermacam pihak untuk ikut andil mengambil bagian dalam penanganan dampak kekeringan, baik lewat pengiriman air bersih maupun sokongan logistik yang lain. 

Di samping mengumpulkan donasi, BPBD Provinsi Banten juga tetap melangsungkan pemantauan terhadap dinamika situasi kekeringan di seluruh kawasan.

Terkini