JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini memperketat pengawasan terhadap peningkatan dampak kekeringan yang kian meluas di tujuh kabupaten yang tersebar di wilayah Jawa Tengah serta Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menurut penjelasan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta pada hari Rabu, proses pemetaan yang mendalam tengah dikerjakan demi menjamin bahwa tindakan penanggulangan darurat kelangkaan air ini dapat terealisasi secara sigap serta akurat.
"BNPB terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan BPBD serta unsur terkait guna memastikan penanganan bencana berjalan optimal," kata dia.
Dia memaparkan bahwa berdasarkan data pemetaan paling baru, Kabupaten Cilacap menjadi daerah dengan jumlah warga terdampak paling masif, yang mencakup 8.154 kepala keluarga atau setara 27.605 jiwa terhitung sejak Juni 2026.
Guna membantu masyarakat yang kesulitan, pihak pemerintah telah memasok air bersih sebanyak 60 tangki atau setara dengan 315.000 liter hingga hari Senin (20/07).
Di samping itu, efek kemarau ini pun terdeteksi di Kabupaten Pemalang yang berimbas pada 5.346 kepala keluarga, ditambah Kabupaten Klaten yang melanda 3.330 kepala keluarga atau 10.908 jiwa.
Sepanjang rentang waktu 15 Juni sampai 21 Juli, sokongan air bersih yang sudah dikirimkan menyentuh angka 321 tangki atau sama dengan 1.605.000 liter.
Untuk area Jawa Tengah lainnya yang turut masuk ke dalam radar pemantauan imbas kekeringan ini adalah Kabupaten Banyumas (2.867 KK/9.002 jiwa), di mana BPBD setempat telah menggelontorkan 15.000 liter air bersih atau sebanyak tiga tangki demi memenuhi keperluan harian warga.
Selanjutnya adalah Kabupaten Grobogan (1.128 KK), serta Kabupaten Sragen (294 KK/736 jiwa).
"BPBD Kabupaten Sragen mendistribusikan 10.000 liter air bersih ke Desa Galeh, Kecamatan Tangen, serta Desa Poleng, Kecamatan Gesi. BPBD Kabupaten Grobogan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 20.000 liter ke Desa Selo dan Desa Monggot. Tim gabungan BPBD dan PMI telah mendistribusikan 81.000 liter air bersih, terdiri atas 56.000 liter dari BPBD dan 25.000 liter dari PMI," kata Abdul menjelaskan.
Berdasarkan laporan dari Direktorat Pengendalian Operasi BNPB, pemetaan krisis kekeringan untuk zona DIY mencatat adanya dampak di Kabupaten Kulon Progo yang mengenai 63 kepala keluarga atau 176 jiwa di wilayah Kapanewon Kokap.
Melihat sebaran area yang mengalami kekeringan tersebut, Abdul menyatakan bahwa BNPB memberikan peringatan kepada tiap-tiap pemerintah daerah agar tetap menyiagakan posko kebencanaan sekaligus mengantisipasi kemungkinan meluasnya krisis air bersih sepanjang fase puncak kemarau ini.