Legenda Liverpool Kevin Keegan Meninggal Dunia pada Usia 75 Tahun

Selasa, 21 Juli 2026 | 03:58:31 WIB
Mantan peracik taktik The Three Lions, Kevin Keegan. (Foto: NET)

JAKARTA - Dunia kulit bulat Inggris sedang diselimuti awan duka setelah mantan peracik taktik The Three Lions, Kevin Keegan, mengembuskan napas terakhirnya pada umur 75 tahun. Berita duka ini dirilis secara terbuka oleh pihak keluarga pada Senin (20/7/2026) waktu setempat.

"Dengan kesedihan yang mendalam, kami mengumumkan bahwa Kevin Keegan telah meninggal dunia pada usia 75 tahun," demikian bunyi pernyataan dari keluarga Keegan.

Pihak keluarga membagikan informasi bahwa ikon Liverpool tersebut berpulang setelah berjuang melawan penyakit kanker. Detik-detik terakhirnya dilewati dengan didampingi oleh sang istri beserta anak-anak perempuannya.

"Mantan pemain dan manajer timnas Inggris itu telah berjuang melawan kanker dan dikelilingi oleh istri dan putri-putrinya di saat-saat terakhirnya," sambungnya.

Keegan, yang sukses mengoleksi dua penghargaan Ballon d'Or, dikenang sebagai figur yang sangat mencintai keluarganya, membuat kepergiannya terasa amat memukul hati.

"Kevin, pemenang dua kali Ballon d'Or, adalah suami, ayah, dan kakek yang sangat dicintai. Keluarga ingin mengucapkan terima kasih kepada tim medis Kevin yang luar biasa atas semua dukungan mereka."

"Ini adalah masa yang sangat sulit dan mereka meminta ruang dan privasi," tutup pernyataan keluarga.

Berdasarkan laporan Sky Sports, skuad Timnas Inggris direncanakan bakal memberikan apresiasi dan penghormatan terakhir bagi Keegan sebelum sepak mula laga Nations League kontra Spanyol di Stadion Wembley pada September mendatang.

Perjalanan Karier Kevin Keegan sebagai Pemain

Kevin Keegan diakui sebagai salah satu seniman lapangan hijau paling bersinar di eranya dengan catatan karier yang sangat mentereng. 

Selama aktif merumput, ia menorehkan hampir 750 penampilan di level klub, mengoleksi trofi kasta tertinggi Liga Inggris sebanyak tiga kali bersama Liverpool, serta menyabet Ballon d'Or secara beruntun pada edisi 1978 dan 1979.

Ia juga menjadi pilar penting saat mengantarkan Liverpool merengkuh trofi Liga Champions (dulu European Cup) musim 1976-1977, serta dua trofi Piala UEFA (Europa League) pada musim 1972-1973 dan 1975-1976.

Tidak hanya di tanah kelahiran, ia sempat mencicipi atmosfer kompetisi luar negeri kala membela Hamburg di Bundesliga pada rentang tahun 1977-1980. 

Bersama klub Jerman tersebut, ia mempersembahkan titel juara Bundesliga 1978-1979 dan menjadi runner-up Liga Champions 1979-1980. sebelum menggantung sepatu, ia sempat berganti kostum membela Southampton (1980-1982), Newcastle United (1982-1984), hingga klub Australia, Blacktown City (1985). 

Sementara di level internasional bersama Timnas Inggris, ia menancapkan reputasi sebagai gelandang serang yang sangat produktif sepanjang periode 1972-1982.

Perjalanan Karier sebagai Pelatih

Setelah tujuh tahun menepi dari lapangan hijau, ia memutuskan untuk merambah dunia manajerial. Langkah awal kepelatihannya dimulai saat menerima tantangan menyelamatkan Newcastle United yang kala itu tengah terpuruk pada Februari 1992.

Di bawah komandonya, Newcastle menjelma menjadi tim dengan filosofi menyerang yang sangat atraktif, hingga mendapatkan julukan ikonis "The Entertainers." Sejumlah nama besar seperti Alan Shearer, David Ginola, dan Les Ferdinand pernah merasakan polesan strateginya.

Saat menakhodai Newcastle, ia nyaris membawa tim tersebut bertakhta di Premier League musim 1995-1996, sebelum akhirnya posisi puncak dikudeta oleh Manchester United di tikungan akhir. 

Setelah itu, ia melanjutkan petualangan kepelatihannya bersama Fulham serta Manchester City, di mana ia berhasil membawa The Citizens promosi kembali ke kompetisi tertinggi Premier League. 

Selain menangani klub, ia juga dipercaya menduduki kursi pelatih kepala Timnas Inggris dari tahun 1999 sampai 2000.

Di luar ranah taktik dan lapangan, ia merupakan pionir selebritas olahraga di Inggris yang sering menghiasi layar kaca, merilis karya musik, dan menjadi bintang iklan populer sepanjang era 1970-an.

Arus ucapan duka dan penghormatan kini terus mengalir dari berbagai penjuru dunia sepak bola. Institusi seperti Liverpool, Newcastle United, Hamburg, FA, serta deretan mantan pesepak bola mengakui betapa besarnya warisan dan pengaruh yang ditinggalkan Keegan. 

Bahkan, Pangeran William ikut menyampaikan rasa hormatnya dengan menyebut sang legenda sebagai sosok penuh inspirasi yang kebaikan hatinya setara dengan prestasi hebat yang diukirnya di dunia sepak bola.

Terkini