Usai Berjaya di Jepang, Fajar/Fikri Ditantang di China Open

Senin, 20 Juli 2026 | 04:57:01 WIB
Juara Japan Open, Fajar/Fikri Bersiap Hadapi China Open 2026(Foto:NET)

JAKARTA - Pelatih ganda putra Indonesia Antonius Budi Ariantho mengingatkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri agar tidak cepat puas usai memenangi Super 750 Japan Open 2026 karena tantangan yang lebih besar sudah menanti dalam upaya mempertahankan mahkota juara Super 1000 China Open.

“Masih ada China Open setelah ini. Jadi, saya berharap mereka tetap fokus, tidak hilang fokusnya karena walaupun lawan tidak jauh berbeda tapi level turnamennya lebih tinggi, Super 1000. Semoga gelar ini membuat mereka semakin percaya diri,” kata Antonius dalam keterangan resmi PBSI di Jakarta, Senin.

Waktu yang dimiliki Fajar/Fikri untuk mengalihkan konsentrasi terhitung sangat pendek. Usai melakoni partai puncak Japan Open pada Minggu (19/7), mereka harus bersiap karena China Open bakal segera dilaksanakan di Changzhou pada 21–26 Juli.

Turnamen China Open merupakan ajang BWF World Tour tingkat Super 1000 yang menyediakan total hadiah sebesar dua juta dolar AS (kisaran Rp36 miliar), setingkat lebih tinggi daripada Japan Open yang berkategori Super 750. Kejuaraan ini pun memiliki makna tersendiri buat Fajar/Fikri lantaran status mereka di sana adalah sang juara bertahan.

Ketika berlaga di China Open 2025, Fajar/Fikri berhasil membungkam ganda putra Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik lewat kemenangan dua gim langsung 21-15, 21-14 di laga final. Pencapaian spesial tersebut mereka raih saat baru berpasangan di turnamen kedua mereka.

Selain itu, Fajar/Fikri mencatatkan diri sebagai ganda putra non-unggulan pertama dalam sepuluh tahun terakhir yang berhasil merebut takhta juara di China Open. Kali ini, mereka berangkat ke Changzhou berbekal kepercayaan diri tinggi berkat kemenangan atas unggulan teratas sekaligus peringkat satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, di final Japan Open.

Fajar/Fikri menumbangkan Kim/Seo dengan skor akhir 21-19, 21-17, yang sekaligus menjadi raihan trofi perdana mereka di sepanjang musim kompetisi 2026.

Sebelum mengamankan podium utama di Tokyo, Fajar/Fikri sebenarnya sempat menembus babak final Super 750 Singapore Open 2026, namun harus puas menjadi runner-up usai kalah dari duet India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dengan skor 21-18, 17-21, 16-21.

Menurut penilaian Antonius, Fajar/Fikri bermain sangat rapi dengan kesalahan minimum serta mampu berbagi peran dengan baik di area depan net saat menundukkan Kim/Seo.

“Cukup puas dan senang sekali Fajar/Fikri bisa juara di Japan Open ini. Istilahnya tidak gampang apalagi lawan di final unggulan pertama dan pasangan nomor satu dunia,” ujar Antonius.

“Fajar/Fikri bermain dengan sangat bagus, minim melakukan kesalahan sendiri. Saya memang berpesan dari awal untuk mengadu di permainan depan dan tidka banyak melakukan unforced error, ini bisa mereka jalankan dengan baik. Fajar/Fikri bergantian menguasai permainan depan dan tidak membiarkan lawan mengambil alih kendali,” ujarnya menambahkan.

Terkini