JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan bakal tetap melaju positif sampai akhir tahun 2026.
Kendati demikian, kecepatan pertumbuhannya diperkirakan mengalami perlambatan jika dikomparasikan dengan tahun sebelumnya, khususnya dipicu oleh penurunan kecepatan pertumbuhan simpanan berjangka atau deposito.
Merujuk pada data Survei Perbankan Bank Indonesia, akumulasi penghimpunan DPK hingga kuartal III 2026 diestimasikan masih terus menanjak.
Kondisi tersebut ditunjukkan oleh nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang menyentuh 87,52%, cenderung konstan dari catatan periode serupa pada tahun lalu yang berada di angka 88,22%.
"DPK sampai dengan triwulan III 2026 diprakirakan tetap tumbuh," rilis BI melalui laporan Survei Perbankan yang dikeluarkan pada Senin (20/7/2026).
Dilihat dari kategori simpanannya, peningkatan DPK diprediksi masih disokong oleh produk tabungan serta giro. Instrumen tabungan diperkirakan menorehkan SBT di angka 87,08%, sedangkan untuk giro berada di posisi 76,38%, di mana capaian keduanya terhitung lebih tinggi daripada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Di sisi lain, peningkatan simpanan berbentuk deposito diproyeksikan bakal menahan diri. Produk keuangan ini diestimasi menorehkan SBT sebesar 40,97%, menyusut dari perolehan SBT triwulan III 2025 yang sempat menyentuh 58,75%.
Sementara itu, temuan survei turut memperlihatkan bahwa harapan dari pelaku industri perbankan terhadap ekspansi DPK di sepanjang tahun ini mulai menyusut.
Para responden memprediksi capaian DPK pada penghujung 2026 cuma tumbuh sebesar 6,18% secara tahunan (year on year/YoY), lebih mini dibandingkan realisasi pertumbuhan di sepanjang tahun 2025 yang sukses menembus 13,83%.
Prediksi ini pun terpantau lebih rendah daripada hasil survei terdahulu yang sempat membidik angka pertumbuhan DPK tahun ini di level 8,47%.