Suku Bunga Naik, KB Bank Pivot Strategi Genjot Fee Based Income

Senin, 20 Juli 2026 | 01:52:31 WIB
PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) mengalihkan fokus bisnisnya di tengah tekanan suku bunga yang tinggi serta ketidakpastian ekonomi dunia.

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengungkapkan bahwa peningkatan suku bunga acuan Bank Indonesia telah memicu kenaikan biaya dana (cost of fund) pada industri perbankan. 

Situasi ini diproyeksikan bakal menekan margin bunga bersih (net interest margin/NIM), sehingga perbankan dituntut untuk memayungi sumber pertumbuhan pendapatan lain di luar bunga kredit.

"Dengan kenaikan BI Rate, biaya dana pasti meningkat dan NIM juga akan terpengaruh. Karena itu, kami melakukan sedikit pivot terhadap strategi bisnis agar lebih agile dengan memperbesar fee based income," ujar Kunardy.

Demi menyokong strategi itu, KB Bank mendirikan unit transaction banking pada segmen wholesale. Melalui kehadiran unit ini, perseroan bakal mengoptimalkan layanan transaksi sekaligus memperlebar peluang cross-selling terhadap para nasabah korporasi.

Berdasarkan penjelasan Kunardy, layanan yang bakal diintensifkan meliputi pengelolaan rekening operasional, layanan kas, kustodian, hingga transaksi valuta asing (foreign exchange/FX). 

Pada segmen ritel, KB Bank pun bakal memperluas jaringan Priority Banking Center. Usai meresmikan pusat layanan perdana di Semarang, perseroan berniat menghadirkan layanan sejenis di Jakarta serta beberapa kota besar lainnya.

Bukan hanya menggenjot sumber pendapatan nonbunga, KB Bank turut mengubah metode penyaluran kreditnya. Perseroan bakal lebih menitikberatkan pada pengembangan pembiayaan berbasis ekosistem ketimbang sekadar menggelontorkan pinjaman kepada debitur utama.

"Kami ingin melihat keseluruhan ekosistem bisnis nasabah, mulai dari perusahaan utama, pemasok, hingga distributornya. Dengan begitu, kualitas kredit bisa lebih terukur," katanya.

Sejauh ini, KB Bank tetap mengalirkan pembiayaan ke beragam sektor, mulai dari manufaktur, consumer goods, sumber daya alam, farmasi, rumah sakit, logistik, hingga cold chain storage. 

Di samping itu, kelompok usaha yang berasal dari Korea Selatan (Korean Link) masih menjadi salah satu penyumbang utama bagi portofolio wholesale KB Bank. Kurang lebih 30% dari eksposur kredit wholesale perseroan bersumber dari kelompok usaha tersebut.

Terkini