JAKARTA - Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau terkoreksi pada transaksi Senin (20/7/2026) siang. Pada pukul 12.10 WIB, mata uang Garuda berada pada posisi Rp 17.969 per dolar Amerika Serikat (AS), mengalami penurunan sebesar 0,27% dibandingkan penutupan akhir pekan sebelumnya yang berada di level Rp 17.921 per dolar AS.
Di kawasan Asia, rupiah mengalami depresiasi bersama dengan sejumlah mata uang regional lainnya.
Rupiah membukukan penurunan paling tajam sebesar 0,27%, diikuti oleh dolar Taiwan yang menyusut 0,23%, rupee India terpangkas 0,18%, peso Filipina terkoreksi 0,15%, serta baht Thailand yang melemah 0,07% terhadap dolar AS. Sementara itu, dolar Hong Kong bergerak mendatar.
Di sisi lain, mayoritas mata uang Asia justru berhasil bangkit terhadap dolar AS pada siang ini. Won Korea memimpin penguatan sebesar 0,54%, dibuntuti oleh ringgit Malaysia yang menguat 0,14%, dolar Singapura naik 0,09%, yuan China terangkat 0,05%, dan yen Jepang menguat tipis 0,04%.
Di waktu yang sama, indeks dolar yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia bertengger di posisi 100,69, sedikit melandai dari posisi akhir pekan lalu yang berada di level 100,76.