Beda Kelas Maung Jelajah dan Garuda Limousine Prabowo

Kamis, 09 Juli 2026 | 06:17:02 WIB
Tampilan Maung Jelajah. (Foto: NET)

JAKARTA - Nama Pindad Maung belakangan ini terus menarik perhatian masyarakat luas. Kendati demikian, masyarakat perlu memahami bahwa kendaraan taktis buatan PT Pindad (Persero) ini diproduksi dalam beberapa varian yang fungsi serta peruntukannya sangat kontras. 

Dua model yang paling menonjol perbedaannya adalah varian Maung Jelajah yang dioperasikan untuk kebutuhan militer, serta MV3 Garuda Limousine yang menjadi kendaraan dinas resmi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Walaupun kedua model ini dirancang memakai basis platform kendaraan taktis ringan yang sama, karakteristik keduanya sangat jauh berbeda. Model Maung Jelajah didesain tangguh guna memenuhi kebutuhan medan berat off-road dan tugas taktis militer di lapangan. 

Sebaliknya, versi kepresidenan dirancang secara eksklusif untuk kebutuhan VVIP dengan menaruh perhatian utama pada aspek kenyamanan serta proteksi keamanan yang jauh lebih ketat.

Dari segi desain luar, perbedaan visual dari kedua mobil ini langsung kentara. Maung Jelajah hadir membawa konsep militer yang kuat, dilengkapi atap kain soft top kanvas, serta minim variasi demi mengedepankan fungsionalitas di medan yang ekstrem. 

Di sisi lain, MV3 Garuda Limousine memancarkan impresi yang berkarakter, elegan, sekaligus menonjolkan identitas nasional yang kental di setiap sisi eksteriornya.

Pindad menaruh beragam simbol nasionalisme pada kendaraan kepresidenan ini, seperti lambang Garuda dengan sayap membentang pada bagian gril depan, bagian pelek, hingga emblem tulisan “Garuda” di area buritan untuk menegaskan kebanggaan atas simbol negara. 

Tampilan fascia depan juga dibuat khusus lewat desain gril yang terinspirasi dari corak batik parang demi memadukan nilai lokal dengan tampilan modern. 

Mobil ini juga dilengkapi dengan fitur pijakan kaki otomatis (automatic footstep) di bagian bawah yang akan keluar sendiri untuk menyambut pergerakan kaki kepala negara ketika naik atau turun dari kabin.

Bicara soal ukuran bodi, kedua kendaraan ini memang memiliki basis postur yang tinggi besar, namun ukuran Garuda Limousine dibuat sedikit lebih panjang untuk menyajikan ruang kenyamanan yang maksimal. 

Mobil dinas kepresidenan ini dirancang dengan panjang mencapai 5,05 meter, lebar 2,06 meter, serta tinggi 1,87 meter. Timbangan bobotnya berada di angka 2,95 ton, sebuah bobot yang sangat berat namun sepadan dengan sistem proteksi tinggi yang disematkan pada seluruh bodinya. 

Sebagai kendaraan bagi kepala negara, sektor keamanan menjadi fokus paling utama yang tidak akan ditemukan pada varian standar Maung Jelajah.

Bagian bodi luar Garuda Limousine dilapisi material baja komposit (composite armor) yang diklaim sanggup meredam terjangan proyektil peluru kaliber 7,62 x 51 mm NATO serta kaliber 5,56 x 45 mm M193. 

Kaca yang digunakan pada mobil ini juga dilapisi kaca antipeluru dengan kualifikasi ketahanan tingkat tinggi level B5/B6. 

Pada sektor roda, kendaraan ini dibekali ban berdimensi besar 21 inci berteknologi Run Flat Tyre (RFT), yang memastikan mobil tetap mampu melaju dengan aman untuk menyelamatkan diri sekalipun ban mengalami kebocoran atau kehabisan angin total.

Ketika membuka pintu dan melihat ke area kabin, perbedaan tatanan interior di antara keduanya bagaikan bumi dan langit. 

Varian Maung Jelajah hanya dibekali perlengkapan operasional standar lapangan seperti penyejuk udara (AC), ban serep, serta jok penumpang berbahan standar untuk kapasitas empat orang. 

Sementara itu, interior pada Garuda Limousine telah dimodifikasi menjadi ruang kerja sekaligus area istirahat yang sangat mewah untuk presiden.

Sistem hiburan serta fasilitas penunjang performa kerja di dalam kabin Garuda Limousine dihadirkan secara modern dan kelas premium. 

Area pengemudi maupun penumpang depan ditunjang oleh head unit berukuran 12 inci beserta sistem kamera pantau 360 derajat guna melihat keadaan sekeliling mobil secara menyeluruh. 

Sedangkan pada kabin penumpang bagian belakang, tersedia fasilitas kelas eksekutif berupa LED smart TV, kulkas kecil penyimpan kesegaran minuman, hingga perangkat WiFi portabel. 

Perpaduan fitur canggih tersebut menjadikan kendaraan taktis mewah ini tidak sekadar berfungsi sebagai sarana transportasi dinas, melainkan layaknya sebuah kantor berjalan yang aman dan nyaman bagi kepala negara.

Terkini