Sukses Lampaui Target Nasional, Jabar Pacu Cek Kesehatan Gratis

Rabu, 08 Juli 2026 | 21:40:01 WIB
Jabar Lampaui Target CKG 2025, Dedi Mulyadi Bidik Cakupan 100% [FOTO: NET].

JAKARTA - Jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat memacu realisasi pelaksanaan agenda program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada periode 2026. Kendati jajaran pemerintah pusat mematok kriteria target partisipasi warga di angka 46 persen, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghendaki cakupan jangkauan program dimaksud sanggup menyentuh segenap lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, memaparkan perolehan angka CKG Jawa Barat pada periode 2025 silam terbukti sukses mengungguli target nasional. Dari kriteria target awal sebesar 20 persen, realisasi angka keterlibatan masyarakat mampu bertengger di posisi 22 persen.

"Target tahun kemarin 20 persen dan alhamdulillah kami mencapai 22 persen. Namun Pak Gubernur menyampaikan target harus lebih ekstrem. Karena itu kami meminta kabupaten dan kota memiliki semangat mencapai 100 persen," kata Vini, Rabu (8/7/2026).

Menurut pandangannya, agenda program CKG menjelma selaku instrumen taktis guna mengidentifikasi gejala penyakit sejak dini, dengan demikian potensi risiko penyakit menahun sekaligus komplikasi sanggup diredam. 

Ia memberi gambaran, problematika obesitas dapat diantisipasi agar tidak merembet menjadi diabetes, sementara indikasi hipertensi dapat segera ditangani sebelum memicu stroke ataupun problem kesehatan lain yang jauh lebih fatal.

"Sering kali masyarakat baru berobat ketika sudah mengalami komplikasi. Padahal hipertensi merupakan silent killer. Melalui pemeriksaan kesehatan gratis, kondisi tersebut bisa diketahui lebih awal sehingga penanganannya lebih cepat," ujarnya.

Demi mengakselerasi pencapaian target yang dicanangkan, pihak Dinas Kesehatan Jawa Barat memberikan ruang kemudahan pelaksanaan CKG secara massal lewat wadah komunitas ataupun himpunan kelompok masyarakat. Di luar skema itu, kalangan warga pun diperkenankan mengikuti proses pengecekan secara mandiri dengan mendatangi puskesmas terdekat.

Vini menggarisbawahi agar publik sudi memaksimalkan fasilitas layanan tersebut lantaran segenap rangkaian pemeriksaan disediakan sepenuhnya tanpa dipungut biaya.

"Kalau dilakukan secara mandiri, biaya pemeriksaan kesehatan bisa mencapai sekitar Rp2 juta. Karena itu sayang kalau fasilitas gratis ini tidak dimanfaatkan. Meski pemeriksaannya sederhana, manfaatnya besar untuk menurunkan angka kesakitan, kematian, sekaligus pembiayaan kesehatan," katanya.

Ia menaruh harapan besar agar kian banyak warga yang mendatangi program CKG supaya indikasi penyakit dapat diidentifikasi secara dini dan lekas diberikan tindakan medis.

"Kalau ada penyakit yang terdeteksi sejak awal, bisa langsung diobati. Jadi manfaatkan layanan ini dengan datang ke puskesmas. Kalau memungkinkan, datang dalam kondisi puasa karena ada pemeriksaan tertentu," ujarnya.

Terkini