Pembiayaan Modal Ventura Mei 2026 Tumbuh Tipis Jadi Rp16,36 T

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:58:31 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman. (Foto: NET)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan bahwa pembiayaan modal ventura mengalami peningkatan tipis pada Mei 2026. 

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman menjelaskan total pembiayaan modal ventura berada di angka Rp 16,36 triliun pada Mei 2026.

"Nilai pembiayaan per Mei 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 0,09% secara Year on Year (YoY)," ucap Agusman dalam konferensi pers RDK OJK, Selasa (7/7/2026).

Berdasarkan data dari OJK, performa pembiayaan pada Mei 2026 menunjukkan tren yang lebih positif jika dikomparasikan dengan situasi pada April 2026. Pada April 2026, pembiayaan modal ventura mengalami penurunan sebesar 0,87% YoY dengan total nominal Rp 16,35 triliun. 

Sementara itu, pada Maret 2026, Agusman menyebutkan pembiayaan modal ventura berada di angka Rp 16,57 triliun atau menyusut sebesar 0,95% secara YoY.

Di sisi lain, OJK juga melaporkan bahwa total aset industri modal ventura hingga Mei 2026 menyentuh Rp 27,49 triliun. Angka tersebut meningkat sebesar 1,74% dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat senilai Rp 27,02 triliun.

Sebelumnya, Agusman sempat menyatakan bahwa industri modal ventura harus menempuh beberapa strategi demi memacu pertumbuhan di tahun ini. 

Industri modal ventura diharapkan mampu memperbesar skala bisnisnya dengan konsisten mempertahankan kualitas penyaluran, sekaligus memperkokoh tata kelola dan manajemen risiko.

Melalui berbagai langkah tersebut, Agusman memperkirakan aset serta pembiayaan sektor modal ventura masih mempunyai kans untuk terus berkembang sepanjang tahun 2026. 

Walakin, pelaku industri tetap harus mengantisipasi tantangan dari dinamika ekonomi yang mengharuskan pelaksanaan analisis risiko serta seleksi investasi secara lebih disiplin.

Terkini