Strategi BNI Perkuat Ekosistem Lewat Kemitraan

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:50:31 WIB
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyatakan bahwa strategi ekspansi bisnis pada era universal banking bakal lebih memprioritaskan kerja sama strategis ketimbang mendirikan semua layanan secara internal. 

Pihak bank berpendapat bahwa sinergi dengan para pelaku industri yang mempunyai keahlian spesifik akan menciptakan solusi yang lebih optimal bagi para nasabah.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menyampaikan, kendati BNI berstatus sebagai salah satu bank raksasa di tanah air, besarnya skala bisnis tersebut tidak lantas membuat seluruh layanan wajib diciptakan sendirian. 

Berdasarkan pandangannya, tiap korporasi mempunyai kelebihan serta target pasar tersendiri, sehingga pola kemitraan menjadi opsi yang jauh lebih efisien.

"BNI memang memiliki skala yang besar, tetapi bukan berarti kami harus melakukan semuanya sendiri. Untuk layanan yang sifatnya sangat spesialis, kami justru akan bekerja sama dengan pihak-pihak yang memang memiliki keahlian di bidang tersebut," kata Paolo pada kegiatan Indonesia Digital Bank Summit 2026 di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Ia memaparkan, prioritas utama dari BNI yaitu menjamin segala keperluan nasabah bisa terakomodasi melalui jalan keluar yang paling prima, tanpa memedulikan apakah produk jasa tersebut didesain secara mandiri ataupun berbarengan dengan rekanan.

"Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana memberikan offering terbaik kepada nasabah. Pendekatannya bukan siapa yang mengembangkan layanan, tetapi bagaimana kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi dengan solusi yang paling tepat," tuturnya.

Menurut Paolo, BNI bakal konsisten memperkokoh kapasitas pada sektor infrastruktur dan juga keahlian utama yang dikuasai. 

Akan tetapi, untuk ragam layanan yang memerlukan keahlian khusus, pihak perseroan bakal menyediakan peluang sinergi dengan beraneka ragam mitra, baik di sektor industri keuangan maupun sektor teknologi. 

Ia menganggap bahwa metode seperti ini bakal mengakselerasi proses inovasi sekaligus memperbanyak opsi layanan untuk masyarakat pengguna BNI.

Terkini