Kinerja Keuangan Kuat, Bank Jatim Raih Penghargaan BIA 2026

Senin, 06 Juli 2026 | 03:15:01 WIB
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Foto: NET)

JAKARTA — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. dinobatkan sebagai emiten bank paling unggul dalam ajang Bisnis Indonesia Awards atau BIA 2026 pada kategori bank pembangunan daerah (BPD) berkekuatan aset di atas Rp40 triliun.

Ketahanan dari segi finansial menjadi kelebihan utama bank berkode saham BJTM tersebut apabila disandingkan dengan BPD lainnya. Adapun indikator penilaian dinilai berdasarkan performa keuangan sepanjang tahun 2023, 2024, dan 2025.

Ajang BIA sendiri merupakan bentuk apresiasi tahunan persembahan Bisnis Indonesia Group kepada para emiten serta korporasi di bidang keuangan maupun nonkeuangan yang mampu menampilkan performa istimewa. 

Penyelenggaraan BIA 2026 kali ini merupakan perhelatan yang ke-24 kalinya sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2002.

Prosesi penyerahan penghargaan kepada BPD Jatim dilaksanakan dalam malam apresiasi BIA 2026 yang bertempat di Hotel Raffles, Jakarta pada Kamis (2/7/2026). 

Apresiasi tersebut diserahkan secara langsung oleh Komisaris Bisnis Indonesia Group Dorothea Samola bersama Managing Director Bisnis Indonesia Group Hery Trianto.

Pada tahun ini, BIA 2026 mengusung tema "Where Growth Meets Strenght" yang mengombinasikan antara ekspansi bisnis dan ketangguhan kinerja keuangan sebagai parameter utama dalam proses penilaian.

Mekanisme penilaian dalam kompetisi BIA 2026 diaplikasikan secara terbuka lewat parameter yang sudah disepakati oleh jajaran dewan juri. Sosok yang bertindak sebagai juri BIA 2026 di antaranya adalah Senior Economist at Creco Research Raden Pardede yang sekaligus menjabat Ketua Dewan Juri BIA 2026. 

Anggota juri lainnya meliputi Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Eduardus Tandelilin, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih, serta Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group Arif Budisusilo.

Melalui pergelaran BIA 2026, Bisnis Indonesia Group membagikan penghargaan kepada 52 emiten dari sektor perbankan dan nonperbankan, 8 korporasi pemenang penghargaan khusus (special awards), serta 1 figur yang membawa pulang penghargaan Best CEO.

Dari total 52 emiten tersebut, terdapat 13 korporasi yang bergerak pada sektor keuangan, baik dari ranah perbankan, perasuransian, pembiayaan (multifinance), investasi, maupun sekuritas. Sementara itu, 39 korporasi lainnya beroperasi di sektor nonkeuangan.

Meninjau dari aspek performa, BJTM terpantau mengukir pencapaian yang tergolong kokoh dalam rentang 3 tahun belakangan. Perolehan ini didorong oleh pertumbuhan laba bersih yang konsisten, perolehan pendapatan bunga bersih yang stabil, serta perluasan lini aset dan intermediasi yang berjalan secara kontinu.

Secara garis besar, catatan keuangan Bank Jatim menunjukkan kesiapan manajemen dalam mempertahankan profitabilitas di tengah dinamika industri perbankan yang dinamis, sekaligus mempertebal basis permodalan, penyaluran kredit, dan pendapatan bunga bersih. 

Melalui skema konsolidasi, perolehan laba bersih BJTM sepanjang 2025 menyentuh angka Rp1,62 triliun atau meningkat sebesar 24,8% (YoY). Di sisi lain, pada level bank only, perolehan laba terpantau sebesar Rp1,54 triliun, alias terkerek naik hingga 20,65% bila dikomparasikan dengan periode tahun sebelumnya.

Peningkatan performa yang melesat juga terlihat jelas dari ekspansi modal aset dan penyaluran kredit. Akumulasi total aset melonjak hingga 42,93% (YoY) menuju angka Rp168,85 triliun dari nilai sebelumnya yang sebesar Rp118,14 triliun. 

Langkah penyaluran kredit bergerak jauh lebih agresif dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 46,65% menuju angka Rp110,50 triliun.

Akselerasi positif ini dipicu oleh penguatan kolaborasi Kelompok Usaha Bank (KUB), yang mana Bank Jatim kini telah sah berdiri sebagai induk bagi beberapa BPD lainnya. Di lain pihak, pada level bank only, tren pertumbuhan tetap berjalan stabil lewat penerapan strategi yang lebih berhati-hati (konservatif).

Nilai aset tercatat berada di angka Rp105,8 triliun atau terkerek naik sebesar 3,70% (YoY), sementara sektor kredit tumbuh sebesar 4,98% menuju angka Rp67,2 triliun. 

Struktur penyaluran kredit didominasi oleh segmen konsumer senilai Rp36,54 triliun (meningkat sebesar 6,20%) serta kredit produktif sebesar Rp30,7 triliun (naik sebesar 3,55%).

Bank Jatim berkomitmen terus mempercepat langkah transformasi melalui lima fondasi utama, yakni penguatan tata kelola dan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, pengayaan kapabilitas SDM, digitalisasi sistem operasi bisnis, serta kolaborasi Kelompok Usaha Bank.

Dari aspek digitalisasi, performa operasional juga menampilkan lompatan yang masif. Jumlah pengguna platform JConnect Mobile sukses menembus 993.972 user atau naik sebesar 22,40% (YoY) dengan akumulasi nilai transaksi menyentuh angka Rp65,77 triliun. 

Di samping itu, perputaran transaksi QRIS ikut melonjak naik hingga 47,25% dengan total volume senilai Rp3,94 triliun, yang merepresentasikan keberlanjutan percepatan digital banking perusahaan.

Terkini